Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

#Info Islam. Belanda takut dengan kitab Kuning, ini alasannya

Belanda takut dengan kitab Kuning, ini alasannya
Ngaji Kitab Kuning

Belanda merupakan salah satu negara yang menjajah negara Indonesia, belanda pula yang banyak meninggalkan sejarah di Indonesia seperti bangunan kuno, jembatan dan goa.

Negara belanda juga memiliki persenjataan lengkap, sehingga banyak negara yang takut dengan negara ini, di samping takut, ada juga negara yang menjadikan negara belanda sebagai negara sekutu.
Di balik kekuatan negara belanda, ada kelemahan yang perlu di ketahui.

Salah satu yang paling di takuti oleh negara belanda ialah Kitab Kuning klasik karangan para ulama yang banyak membahas masalah Furu’iyah, tentang ketuhanan dan tentang adab seorang manusia.

Dari takutnya terhadap kitab kuning sampai-sampai gebenur belanda mengirim surat kepada pemilik toko nabhan agar tidak mengirimkan kitab-kitab tertentu ke negaranya.

Sebelum masuknya negara belanda ke negara Indonesia, kota surabaya sudah sesak dengan penjual kitab-kitab kuning, namun, belum berbentuk toko, masih berupa lapak kaki lima yeng menjual kitab kuning, yang menjadi tempat lapak  kali lima penjual kitab kuning hanya terletak di lokasi yang memang di diemi oleh komunitas arab.

Maklum, pada tahun itu persediaan kitab masih sedikit dan juga untuk membeli kitab-kitab masih harus pesan terhadap jamaah haji yang berangkat menunaikan ibadah haji ke makkah. Sehingga kitab kuning hanya di miliki oleh orang-orang tentu.

Dengan berkembangnya waktu dan media informasi, Lapak kaki lima berubah menjadi toko Nabhan yang menjadi jujukan para pembeli kitab dari jawa dan madura.

Dan juga peran toko Nabhan sangat terasa dalam meningkatkan pendidikan, dalam basis pengetahuan islam, sehingga dengan adanya Toko Nabhan tidak bisa di pandang sebelah mata, sebab, pesantren di jawa dan madura sumber pembelian kitab kuning di toko Nabhan tersebut.


Belanda takut dengan kitab Kuning, ini alasannya
Kolonial Belanda

                  5 Obat Penawar Hari



Kolonial belanda mengetahui betapa besar pengaruh kitab kuning terhadap perkembangan umat islam di indonesia. Sebab, menurut Gebenur belanda, dengan adanya kitab kuning umat islam tahu kalau ia pernah terjajah, sehingga ia akan bangkit dan semakin berkebang.

Memang betul tidak beberapa lama Indonesia mampu bangkit dari keterpurukan selama terjajah, sehingga Indonseia mampu memukul mundur para penjajah, dan di akui sebagai negara yang merdeka.

Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran para Masyaikh dan para santri, sebab, mereka semua sudah di kembleng dengan ilmu agama.

Jadi, belanda takut dengan kitab kuning, sebab, mereka beranggapan dengan adanya kitab kuning umat islam yang ada di Indonesia akan berkembang dari segi keilmuan dan terus berupaya untuk bangkit dari kebodohan.

Semoga artikel ini menjadi motifasi bagi kita untuk terus mengermbangkan keilmuan yang tidak lepas dari karangan para ulama-ulama terdahulu. 











Posting Komentar untuk "#Info Islam. Belanda takut dengan kitab Kuning, ini alasannya"

close
Banner iklan disini