Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Saat Habib Ali al-Jufri Menyesali Praktik Poligami, Apa Alasannya?

Siapa yang tidak kenal dengan Habib Ali al-Jufri? Seorang ulama asal UEA ini memiliki kharismatik yang luar biasa, dan dakwah serta ceramahnya yang santun banyak diterima diberbagai negara muslim dunia.

Habib Ali al-Jufri Menyesali Praktik Poligami

Dalam sebuah acara "Momkeen" di salah satu stasiun televisi, CBC. Beliau mengungkapkan rasa penyesalannya karena pernah melakukan peraktik Poligami.

Sementara itu, Poligami sendiri baru-baru ini menjadi perbincangan hangat khususnya di masa-masa politik di Indonesis.

Pasalnya, ada salah satu partai yang dengan tegas menolak peraktik poligami, bahkan melarang kadernya untuk berpoligami.

Sehingga cukup menarik, saat kita membaca salah satu kabar bahwa ulama kharismatik, yang juga lulusan Dar al-Mushthafa, asuhan al-Habib Umar bin Hafidz ini, ternyata pernah membuat statment bahwa beliau menyesali lantara pernah menikahi lebih dari satu wanita. Bagaimana penjelasannya? Apa Alasannya?

Habib Ali al-Jufri Menyesali Praktik Poligami


Berikut ini adalah kutipan sebuah status salah satu sahabat Ismael Amin Kholil, yang diposting pada tanggal 20 Desember, 2018.

Habib Ali al-Jufri Menyesali Karena Pernah Berpoligami, Apa Alasannya?

" Saya berpoligami.. dan saya menyesal telah berpoligami.. " begitulah pengakuan Habib Ali Al-Jufri ketika berdialog dengan para aktivis wanita Mesir dalam acara 'Momkeen' yang ditayangkan secara live di stasiun TV CBC. 

" Kenapa saya merasa perlu menceritakan pengamalan pribadi saya ini ? Karena saya rasa ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan 'hanya' menyebutkan dalil-dalil dan pendapat para ulama.." 

" Saya bukannya menafikan ada sebagian praktek poligami yang bisa berdampak positif, hanya saja 'nafsu' ini.. jika ia sudah terlanjur menginginkan sesuatu maka ia akan mencari-cari ribuan dalil dan alasan untuk membenarkan kemauannya. Ia akan mencari 'tameng' sehingga seakan-akan apa yang ia lakukan adalah hal suci nan mulia, padahal tujuan utama 'nafsu' ini adalah memuaskan keinginan pribadi. "

Habib Ali al-Jufri Menyesali Praktik Poligami

Habib Ali meneruskan penjelasannya, Khairi Ramadhan Sang pembawa acara dan 3 Aktivis wanita Mesir itu tampak serius menyimak.. 

" Waktu itu umur saya 22 tahun.. Dan saya berpoligami dengan alasan banyak syarifah-syarifah yang belum menikah. Kali saja dengan menikahi sebagian dari mereka saya bisa 'menjaga' mereka di rumah saya, dan dengan itu saya akan mendapatkan pahala karena telah membantu mereka.. " 

" Namun kemudian saya berfikir.. Saya mengintropeksi diri dan bertanya pada diri saya : " apakah niatmu itu benar-benar tulus.. ? Jika memang begitu mengapa engkau tidak memberikan hartamu itu untuk lelaki lain yang memang layak menikahi wanita-wanita itu ? Bukankah dengan itu kau juga akan mendapat pahala yang besar ?( Mengapa 'harus' dirimu yang menikahi mereka bukan orang lain ?)"

Pernyataan Habib Ali ini mungkin membuat banyak pihak terkejut, tapi tentunya bukan berarti beliau menolak syariat poligami. Beliau tetap berpendapat bahwa poligami hukumnya 'mubah' atau bahkan dianjurkan dalam sebagian contoh kecilnya. dalam acara Amant Billah, ketika berdialog dengan aktivis liberal Mesir Hala Diyab, beliau berkomentar :

" tidak ada yang salah dengan syariat poligami. hanya saja dari pengalaman pribadi saya, saya bisa menyimpulkan bahwa kebanyakan pria di zaman ini tidak layak untuk berpoligami, termasuk saya sendiri.. " 

Pengakuan beliau ini menurut saya adalah sebuah sindiran akan banyaknya fenomena-fenomena unik poligami di zaman now ini. Sekarang banyak ustadz muda yang baru 'viral' dikit aja, dengan wajah lumayan, memiliki banyak jama'ah wanita, langsung saja ia memilih ber-poligami lalu berteriak-teriak : " Sunnah.. ! Sunnah .. ! "  Ia menampilkan dirinya sebagai pahlawan dan penegak sunnah, toh padahal yang ingin ia bela dan ingin ia tegakkan adalah 'Nganu'-nya sendiri. Lebih miris lagi ia yang kesehariannya jauh sekali dari sunnah-sunnah Rasul : gak pernah Tahajjud, jarang sholat Dhuha, males-malesan puasa, tapi ketika ingin kawin lagi dengan berapi-api dia berkata : Sunnah.. ! Sunnah..! 

Lagian siapa bilang Poligami itu Sunnah ?? Adakah dalil yang menyatakan bahwa mereka yang beristri banyak lebih tinggi derajat dan lebih melimpah pahalanya dari mereka yang hanya beristri satu ? 

Nambah istri itu hukum aslinya adalah Mubah(boleh) sama seperti ketika kita makan di warung lalu kita minta nambah EsTeh atau sepiring bakso ! Syaikh Wahbah Zuhaily menegaskan bahwa menikahi satu wanita itu lebih utama, sedangkan poligami diperbolehkan dalam keadaan mendesak karena sebab-sebab tertentu. Pada asalnya, Islam sama sekali tidak pernah 'menganjurkan' poligami apalagi mewajibkannya.

إن نظام وحدة الزوجة هو الافضل و هو الغالب و هو الاصل شرعا و اما تعدد الزوجات فهو أمر نادر استثنائي و خلاف الاصل لا يلجأ اليه الا عند الحاجة الملحة و لم توجبه الشريعة على أحد و لم ترغب فيه و انما اباحته لأسباب عامة و خاصة 

Senada dengan Syaikh Wahbah, Syaikh Al-Buthy juga berpendapat bahwa tidak seharusnya seorang lelaki menambah istri kecuali dalam keadaan gawat darurat. Tentu saja saya kaget ketika tempo hari membaca fatwa salah seorang ulama salafi-wahhabi yang menyatakan bahwa : siapa yang meyakini bahwa menikahi satu wanita lebih utama dari poligami maka ia dihukumi KAFIR !! 

Pada intinya poligami itu sama seperti rindu.. Sama-sama berat. Ia yang tidak bijak dan adil dalam berpoligami akan dipermalukan Allah kelak di hari kiamat karena ia akan dibangkitkan dengan tubuh miring sebelah.

من كانت له إمرأتان فمال إلى أحدهما جاء يوم القيامة و شقه مائل 

" Barang siapa yang memiliki dua istri, lantas prilakunya condong pada salah satunya, maka kelak di hari kiamat ia akan dibangkitkan dengan tubuh miring sebelah.. "  (HR. Tirmidzi)

Menurut Habib Ali Al-Jufri, seorang yang ingin berpoligami harus memiliki kemampuan yang sempurna untuk menguasai keadaan, mengatasi konflik, dan mengobati 'luka'. dan tidak sembarang orang memiliki kemampuan seperti itu. Tak heran, ketika ditanya mengapa anda tidak mempunyai banyak istri layaknya ulama-ulama lainnya ? Syaikh Wahbah Zuhaily, ulama besar asal Suriah itu menjawab : 

" Seandainya boleh dan bisa tergambarkan menikahi 'setengah' wanita, maka aku akan menganjurkan para pemuda untuk menikahi setengah wanita saja ! Ya setengah ! Bukan satu.. ! "

Punya satu istri saja tanggung jawabnya sudah sebegitu beratnya, gimana mau mikir nambah dua atau tiga ? Mungkin itu yang ada dalam fikiran Syaikh Wahbah ketika menjawab pertanyaan itu.. 

Masih menukil kalam Habib Ali  : 

" meskipun mendengar ribuan dalil, nash-nash dan hikmah-hikmah syariat poligami, seorang perempuan tak akan pernah rela jika suaminya menikah lagi, ini adalah fitrah asli setiap wanita.. Ini adalah tabiat setiap wanita dan sudah sewajarnya mereka seperti itu.. Sayyidah Aisyah saja merasa cemburu kepada Sayyidah Khadijah padahal ia sudah wafat bertahun-tahun lamanya.. ? "

Disini Habib Ali seakan memberikan sindiran keras kepada mereka yang udah mbawa-bawa 'sunnah' eh malah menuduh istri yang tidak rela dipoligami sebagai istri yang cacat iman dan kurang berkah, mereka mengukur lemah-kuat keimanan istri hanya dari kesediaannya untuk dimadu atau tidak. Mereka yang mempunyai pandangan seperti itu seakan-akan sedang ingin membunuh tabiat dan 'fitrah' asli dari seorang wanita.. 

" hanya saja.. " Habib Ali menuturkan.. " sering kali apa yang ditetapkan syariat itu bertentangan dengan keinginan kita, terasa berat oleh nafsu kita.. " 

Beliau lalu menjelaskan bahwa Islam tidak pernah meminta seorang istri untuk tidak cemburu, atau memerintahkan istri untuk rela begitu saja ketika dimadu suami. Cemburu, tidak rela, jengkel, marah itu adalah hal yang wajar. Hanya saja jangan sampai hal-hal itu membuat seorang istri mengingkari suatu syariat yang diperbolehkan dalam islam. Akal juga harus bermain disini, bukan hanya nafsu dan perasaan..

Pada akhirnya tulisan ini hanyalah sebuah tulisan. Jangan ada yang terlalu baper, serius atau sepaneng membacanya. Saya penulis bebas, dan saya menulis apa yang ingin saya tulis. Sungguh bukan karena ingin menggalang suara ibu-ibu agar mereka mau menawarkan anak-anak gadis mereka, juga bukan karena iri atau ingin menyaingi para ustadz dan kiai muda yang sedang merencanakan proyek 'qobiltu' kedua atau ketiga. Sungguh bukan karena itu.. Jadi selow-selow aja ya.. :)

Sumber Facebook : DISINI

Posting Komentar untuk "Saat Habib Ali al-Jufri Menyesali Praktik Poligami, Apa Alasannya?"

close
Banner iklan disini