Download Terjemah Bidayatul Mujtahid Karya Ibnu Rusyd [Versi PDF]

Bagi pemerhati keilmuan Islam, rasanya tokoh Ibnu Rusyd dengan nama asli Qadi Abu Al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Rusyd Al-Hafid sudah tidak asing lagi.

Terjemah Bidayatul Mujtahid Karya Ibnu Rusyd

Terlebih salah satu karya menumentalnya bernama Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid merupakan kitab Referansi Utama dalam Studi Perbandingan Mazhab Fiqih

Sebagai salah satu sosok ilmuwan muslim pada abad ke-12 M, Ibnu Rusyd, yang memiliki sumbangsih dan jasa yang besar bagi perkembangan peradaban Islam. 

Dia juga termasuk salah seorang ilmuwan yang produktif dalam menulis. Buktinya, beliau juga mengarang buku-buku filsafat, kedokteran dan tidak sedikit juga mengarang tentang Fiqih.

Kitab Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid adalah satu karyanya dalam bidang Fiqih. Dan kitab ini menjadi yang paling terkenal jika dibandingkan dengan karya-karyanya dibidang fiqih.

Resensi Kitab Bidayatul Mujtahid Karya Ibnu Rusyd

Beberapa sumber menyebutkan, kitab ini rampung dalam penulisannya sekitar tahun 1188 M saat beliau berumur 62 tahun, tepatnya saat menjabat sebagai Hakim Agung di Cordoba. 

Kitab ini mengupas tuntas argumentasi dan pandangan aliran-aliran fiqih, baik aliran tekstualis rasionalis, terhitung sejak zaman sahabat hingga abad sekitar abad ke-11 M.

Meskipun Ibnu Rusyd sendiri bermazhab Maliki dan tentu memiliki loyalitas tinggi terhadap madzhabnya. Namun disisi lain, hal tersebut tidak membuatnya lantas gelap mata dalam memandang kebenaran sebuah dallil dan konsep. 

Jika ditelaah lebih dalam, tidak jarang kita temukan dalam karya agung ini, penulis dengan tegas membantah pendapat fuqaha' madzhab Maliki, bahkan tidak jarang pula mengrtritik pendapat Imam Malik jika menurutnya, terdapat pertentangan dengan dalil-dalil.

Dilihat dari sistematika pembahasannya, kitab ini diawali dengan penjelasan dan pemaparan hukum-hukum syar’i disertai dengan penyebab tembulnya perbedaan pendapat dikalangan ulama.

Hal ini dilakukan Ibnu Rsyd, agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami konsip pemikiran para aliran madhab itu sendiri.

Kitab ini ditulis, dimulai dari bab thaharah / bersuci, dan diakhiri dengan Al-Aqdiyah / keputusan hukum, dengan total pembahasan sekitar 71 pembahasan. 

Setiap Pembahasan meliputi beberapa sub bab / fashal, dan di setiap fasal terdapat beberapa bab, dan di setiap satu bab meliputi beberapa permasalahan. 

Akan tetapi, terkadang, di beberapa pembahasan, hanya terdapat satu bab saja, sesuai dengan tingkat keluasan permasalahan yang dibahas.

Terdapat pula pemaparan dalil-dalil yang berkenaan dengan kesepakatan para ulama/ fuqaha pada satu masalah, dan pemaparan dalil-dali lain, sebagai landasan perbedaan pendapat antara para ulama dalam suatu masalah.

Yang menarik adalah, Ibnu Rusyd sangat terperinci dan sistemik dalam menyebutkan dalil, beliau memulai dari pendapat para sahabat, dilanjutkan dengan pendapat tabi’in, kemudian pendapat dikalangan imam mujtahid dan disertai dengan dalil nash pada pendapat masing-masing.

Dijelaskan pula bagaimana dalil-dalil tersebut akhirnya disimpulkan, dan bagaimana pula koreksi hukumnya, dengan tetap mengetangahkansebab perbedaan pendapat tersebut, baik dalam memahami dalil ataupun menetapkannya, terkecuali jika dalilnya adalah sumber pertama yakni Al-Qur’an mapun al-Hadits yang sudah disepakati.

Tidak siampai pada pemaparan masalah saja, kebanyakan dari masalah tersebut dijelaskan sampai pada pendapat yang rajih [unggul] dan afdhal [lebih utama] dari beberapa pendapat. 

Walhasil, Kitab ini layak menjadi salah satu rujukan dalam studi perbandingan mazhab. Sebab beliau mampu mengumpulkan mengkomparasikan antar pendapat dari berbagai madzhab.

Untuk mempermudah pengkaji dan peneliti, Beliau mengemukakan beberapa istilah khusus , seperti:
1. Redaksi "Tsabit" (untuk hadits), maka dimaksud adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Imam Bukhari atau Imam Muslim, atau apa yang menjadi kesepakatan mereka berdua [Muttaqafaq Alaih].
2. Redaksi "jumhur", maka yang dimaksud adalah tiga ulama Imam Madzhab yakni Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Syafi’i.

Download Terjemah Bidayatul Mujtahid

Sebelumnya, perlu dijelaskan bahwa Kitab ini dicetak pertama kali pada tahun 1327 H/1908 M, selanjutnya, dicetak kembali pada tahun 1333 H / 1914 M.

Cetakan ketiga pada tahun 1334 H / 1915 M di Mesir, dan selanjutnya percetakannya terus berulang hingga saat ini.

Kitab ini juga telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, serta dapat dibeli di beberapa toko kitab dan buku.

Jika melihat dalam versi asli (arab), kitab ini disusun dalam satu jilid, kecuali yang versi syarahnya maka menjadi empat jilid.

Dalam versi terjemahan bahasa Indonesia biasanya dicetak dalam dua jilid, namun ditemukan pula beberapa penerbit mencetaknya dalam tiga jilid.

Nah, apakah anda tertarik untuk membaca, mengoleksi, dan memcaba Kitab Bidayatul Mujtahid Karangan Ibnu Rusyd ini? Kabar gembirnya, kami berikan dalam bentuk PDF. silahkan klik di bawah ini :


BACA ONLINE JILID 1?:


BACA ONLINE JILID 2?:

Info Menarik Lainnya:

Previous
Next Post »
Facebook comments

Anda Mendapatkan Manfaat Dari Informasi Galeri Kitab Kuning? Tulis Komentar dengan Sopan, dan Tanpa memberi Link Aktif atau Non Aktif
Jangan Pakai Bahasa Yang Negative
Mohon maaf jika balasan kami telat, dan sesegera mungkin akan kami tanggapi.

Hormat Kami
Admin Galeri Kitab Kuning ConversionConversion EmoticonEmoticon