Tampilkan postingan dengan label Info Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Maret 2019

Kritik Santri Cerdas. Stop! Kata "Kafir" Untuk "Non Muslim"



Apa kabar sahabat? Semoga kita semua selalu mendapatkan pertolongan dari Allah Swt dalam segala hal, ahir-ahir ini umat islam selalu di buat kebingungan oleh orang islam sendiri, kalau dulu kala para sesepuh menggunakan berbagai cara agar orang non muslim lebih tertatik memeluk agama islam di banding agama yang ia yakini.

Dengan cara yang halus dan santun banyak orang non muslim tertarik untuk mengenal islam, sedangkan ahir-ahir  ini banyak para  penceramah menggunakan kata kafir atau kata  lain yang di tujukan  kepada orang islam, hanya karena argumentasinya berbeda.


Baca Juga: 4 GOLONGAN MANUSIA MENURUT SYEIKH ABDUL QODIR AL JILANI


Apakah non muslim akan tertarik memeluk islam, ketika melihat kenyaataan seperti ini, hati kecil saya, jangankan orang non muslim tertarik orang islam saja yang kekuatan imannya masih lemah, akan merasa rugi memeluk agama islam, karena umat islam ribut sesama islamnya.

Nah, agar umat islam tetap santun dengan warga negara Indonesia, maka kata "kafir" di ganti dengan istilah non muslim, agar kedengarannya lebih kalem, ini hasil bahsul masail dan  munas di jawa barat.

Keputusan hasil munas ini banyak menuai reaksi dari kalangan pemuda islam, agar islam tetap damai, santun sesuai dengan jalannya, saya sedikit tergelitik untuk membuat artikel yang merespon positif terkait kata-kata kafir di rubah menjadi istilah non muslim agar tidak terkesan urakan.

Bentuk panggilan (nida’) pakai kata “kafir” dalam Alqur’an hanya ada dua kali, yakni (1) surat at-Tahrim ayat 7, dan (2) surat al-Kafirun ayat 1.

Bandingkan dengan panggilan pakai kata “Ahlul kitab” yang mencapai 12 kali dalam Alqur’an, dan semuanya adalah ayat Madaniyyah, yakni ayat yang diturunkan pada periode Nabi SAW telah hijrah ke Madinah dan membentuk masyarakat Madinah yang majemuk sebagai "ummah". 12 ayat tersebut adalah: surat Ali Imran ayat 64, 65, 70, 71, 98, dan 99; surat an-Nisa’ ayat 171; surat al-Ma’idah ayat 15, 19, 59, 68, dan 77.

Pertama


Surat at-Tahrim memang adalah surat Madaniyyah, yakni turun pada periode Nabi SAW sudah tinggal di Madinah. Namun panggilan pakai kata “kafir” pada ayat itu tidak tertuju kepada konteks kehidupan di dunia, melainkan kehidupan di akhirat, yakni ketika orang-orang yang kafir hendak dimasukkan ke dalam api neraka.

Syaikh Ahmad ash-Shawi, dalam kitabnya, “Hasyiyah ‘ala Tafsir al-Jalalain”, menerangkan bahwa kata “al-yaum” dalam ayat itu merujuk pada makna “hari pembalasan” (yaum al-jaza’). Karena itu, orang-orang kafir tidak bisa lagi mohon ampunan kepada Allah SWT, karena hari itu sudah bukan hari pengampunan lagi, alias “pintu ampunan sudah ditutup”. (Lihat: Hasyiyah ash-Shawi, juz IV, halaman 222).

Kedua


Surat al-Kafirun adalah surat Makkiyah, yakni turun pada periode Nabi SAW masih tinggal di Mekkah, belum hijrah ke Madinah. Ini adalah pendapat Ibnu Mas’ud, al-Hasan, dan ‘Ikrimah. Sementara menurut Qatadah dan adh-Dhahhak, surat ini adalah surat Madaniyyah. Namun, dilihat dari sebab turunnya ayat, pendapat yang pertama adalah yang lebih kuat.

Syaikh as-Shawi menjelaskan bahwa ayat tersebut turun dalam rangka merespon perilaku sejumlah tokoh Quraisy, yakni al-Walid ibn al-Mughirah, al-‘Ash ibn Wa’il, al-Aswad ibn Mutthalib, dan Umayyah ibn Khalaf. Mereka mendatangi Nabi SAW seraya berkata dengan pongah, “Ya Muhammad, kita coba begini. Kamu menyembah tuhan-tuhan kami dan kami menyembah Tuhan kamu, setahun saja. Jadi kita bisa sama-sama bisa membuktikan siapa di antara kita yang menyembah tuhan yang benar”. (Lihat: Hasyiyah ash-Shawi, juz IV, halaman 358).


Baca Juga:

AKTA TUDUHAN MIRING TERHADAP NU SUDAH DARI DULU
AHMAD AL-GHUMARI MENENTANG AKIDAH ASY'ARIYAH


Itulah sebabnya, panggilan pakai kata “kafir” pada ayat itu tertuju pada orang-orang kafir Quraisy di Mekkah yang ketika itu sangat memusuhi beliau, bahkan menggunakan segala macam cara, termasuk cara kekerasan dan teror, untuk menghentikan dakwah beliau.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa adalah tidak tepat, jika bentuk panggilan pakai kata “kafir” dalam dua surat di atas, terutama surat al-Kafirun, dipakai sebagai argumen untuk menolak gagasan penyebutan istilah “non-Muslim” bagi umat beragama selain Islam dalam konteks kehidupan sosial-budaya dan prinsip kerukunan antarumat beragama di negara kita tercinta.

Sumber  facebook 
Dari Santri Untuk Dunia


Sabtu, 23 Februari 2019

Kritik Pedas Untuk "Doa Neno Warisman"

Baru-baru ini jagad media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan Neno Warisman, mantan artis Nasional yang sekarang aktif menjalani aktifitas politik pendukung salah satu CAPRES.

Pasalnya, dalam video tersebut, Neno Warisman membacakan sebuah puisi yang menuai kontroversi, sebab terkesan memaksanakan kehendak dan men-dekte Allah swt.

Kritik Pedas Untuk "Doa Neno Warisman"

Selain muncul ragam komentar yang pro, namun banya juga yang memberikan kritik, termasuk tulisan "Ahmad Tsauri" yang sempat dibagikan oleh beberapa warganet. berikut ini tanggapan Ahmad Tsauri berkenaan dengan Doa Neno Warisman.

Kritik Untuk Puisi Neno Warisman

Beredar doa Neno, timses 02. Doa yang dibacakan pada acara "Munajat 212" itu berbunyi, "Ya Allah menangkanlah kami (Prabowo), jika kami kalah, kami khawatir tidak ada lagi yang menyembahmu". Pembacaan doa ini cacat logika.

Doa ini sebenarnya Doa Nabi pada saat perang Badar, ketika kedua pasukan sudah berhadap-hadapan, Nabi menyiapkan pasukan yang jumlahnya hanya 319, sedangkan beliau saw melihat, pasukan musyrikin Mekah ribuan orang. Doa Nabi ini diriwayatkan dalam Saheh Bukhari dan Muslim.

Saya tidak yakin Neno membacanya dari kedua sumber primer umat Islam itu langsung, sangat mungkin dia pernah mendengar ustadz mengisahkan cerita  tentang doa ini.

Dalam syarah Muslim disebutkan setelah mengecek barisan pasukan yang hanya sedikit, senjata seadanya, sedikit sekali dari 319 ini yang memegang senjata, pedang, kebanyakan menggunakan kayu dan alat-alat seadanya. Sementara lawan, disebrang, berjajar rapi dengan persenjataan lengkap dengan jumlah pasukan berkali-kali lipat.

(روى مسلم في صحيحه من حديث عمر بن الخطاب قال: لما كان يوم بدر نظر رسول الله - صلى الله عليه وسلم - إلى المشركين، وهم ألف، وأصحابه ثلاثمائة وتسعة عشر رجلاً،)

Kemudian Nabi menghadap qiblat dan bermunajat,

 فاستقبل نبي الله - صلى الله عليه وسلم - القبلة، ثم مد يديه فجعل يهتف بربه: "اللهم أنجز لي ما وعدتني، اللهم آت ما وعدتني، اللهم إن تهلك هذه العصابة من أهل الإسلام لا تعبد في الأرض"

 "Ya Allah tunaikan apa yang telah Engkah janjikan kepada kami, ya Allah datangkan apa yang Engkau janjikan kepada kami, jika pasukan muslim yang sedikit ini kalah, Engkau tak akan lagi disembah dimuka bumi". (Dalam redaksi Bukhari لم تعبد بعد اليوم أبداً, Engkau tak akan disembah setelah hari ini selamanya).

فما زال يهتف بربه ماداً يديه، مستقبل القبلة، حتى سقط رداؤه عن منكبيه، فأتاه أبو بكر، فأخذ رداءه فألقاه على منكبيه، ثم التزمه من ورائه، وقال يا نبي الله! كفاك مناشدتك ربك، فإنه سينجز لك ما وعدك الحديث.

"Rasulullah saw terus bermunajat kepada Allah (sementara kedua pasukan sudah berhadapan), beliau saw menengadahkan tangan dalam keadaan menghadap qiblat, sampai rida, kain yang menjuntai dipundak beliau saw jatuh. Kemudian Sayidina Abu Bakar mengambil rida dan menempatkan rida di pundak beliau saw, lalu Sayidina Abu Bakar berdiam dibelakang Nabi saw. Lalu Abu Bakar berkata kepada Nabi, duhai Nabi Allah, cukup permohonan panjenengan kepada Allah, pasti Allah menunaikan apa yang dijangjikanNya kepadaMu".

Demikian penggalan kisah tentang doa Nabi pada saat Badar. Sulit sekali mengandaikan terulang sebuah peristiwa seperti yang dialami Nabi saw saat itu, kemudian ada orang yang ditoleransi -karena kesamaan situasi- untuk membaca doa tersebut dengan komposisi yang sama. Jadi sangat tidak relevan mencatut doa ini kedalam peristiwa politik, seperti pilpres saat ini.

Pertama, pembacaan ini mengandaikan kontestasi politik kedua belah pihak, diibaratkan muslim Madinah yang tertindas, yaitu kubu Prabowo, dan Kufar Mekah yang dzalim penuh aniaya, yaitu kubu Jokowi. Kita, bangsa Indonesia muslim maupun non muslim tidak dalam kondisi semacam itu, kita baik-baik saja. Justru mereka menghasut supaya persatuan ini terkoyak.

Pengadaian ini memang terus disuarakan Neno dan kawan-kawan sejak ramai tagar ganti presiden. Ini pengandaian yang sangat keliru. Karena Presiden Jokowi, KH. Maruf amin muslim taat, dan didukung jutaan umat muslim dan ribuan kiyai Habaib dan santri. Jika dikubu Jokowi ada non muslim, dikubu Prabowo juga sama. Bahkan adiknya, Hasyim, dan keponakan-keponakan Prabowo juga bukan muslim.

Kedua, Neno mencatut doa Nabi dalam perang Badar kedalam kontestasi politik adalah perbuatan keji. Jika dirunut, Neno sedang memframing dan mempengaruhi alam bawah sadar pendengarnya, bahwa rezim Jokowi anti Islam, memusuhi Islam, Presiden dan pendukungnya tidak beragama. Ini kekeliruan yang besar.

Jika mengadu kualitas muslim kedua belah pihak, maka muslim dikubu Jokowi lebih baik. Walaupun ukuran ketakwaan hak Preogratif Allah, tapi kuantitas duniawi bisa dilihat melalui parameter yang ada. Misalnya Pak Qurash ahli tafsir yang diakui dunia, level internasional, satu leting dengan Grans Syekh Azhar, beliau mendukung Jokowi. Tokoh-tokoh NU dan NW pengasuh ribuan pesantren mendukung Jokowi.

Ketiga, doa Neno secara simplistis menuding Presiden Jokowi melarang pengamalan Islam di Indonesia, seperti Kufar Mekah yang ingin mengeyahkan praktek keagamaan umat islam Madinah, dan ingin membantai orang-orangnya. Ini fitnah luar biasa. Padahal kualitas pengamalan agama dipemerintahan Presiden Jokowi makin baik. Kementerian agama menjadi kementerian dengan kinerja terbaik kedua, kualitas pelaksanaan ibadah haji dan pasilitasnya semakin meningkat, dll. Siapa yang anti dan memusuhi Islam dan muslim?

Keempat, jika tidak mempunyai dasar Aqidah Asy'ariyah yang baik, berbahaya sekali membaca doa ini. Bisakah pemahaman tauhid Anda menjawab, "Bagaimana kalau Allah tidak ada yang menyembah, apa mengurangi kesempurnaannya?", jika jawabannya tidak, kenapa Nabi berdoa demikian. Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang hanya bisa dijawab dengan bantuan tauhid Asy'ariyah.

Saya berharap, POLRI tidak memberi ijin acara-acara yang diadakan gerombolan itu. Karena sudah dapat dipastikan mereka akan melakukan provokasi. Pengajian macam itu yang dibubarkan Banser. Bukan sembarang pengajian, yang dibubarkan adalah pengajian yang dijadikan ajang provokasi dan hasutan.

Sebaiknya tidak perlu membawa jargon-jargon agama kedalam kontestasi politik. Saya tidak dapat membayangkan betapa berbahayanya, peristiwa politik yang rutin 5 tahunan, seperti pilpres, pilgub, pilbup jika terus dipanaskan dengan hasutan agama, karena akan membuat persatuan bangsa kita rapuh bahkan runtuh. Karena terus menerus dihajar dengan kebencian dan sentimen agama.

Mari sudahi.

Ahmad Tsauri
Pekalongan, 22 Februari 2019.

Sumber : Facebook

Sabtu, 16 Februari 2019

#InfoIslam. Viral. Tubuh Seorang Pria Kaku Berdiri 3 Jam Saat Shalat Dluhur Sampai Ashar

Kaku Berdiri Mulai Dluhur Sampai Ashar


Berita viral seorang pria kaku berdiri saat melaksanakan sholat dluhur berjamaah di masjid Sabah, salah seorang yang kebetulan petugas masjid tersebut shalat di belakang orang tersebut. saat para jamaah selesai shalat pria tersebut tetap berdiri.

Namun, para jamaah tidak menaruh curiga, satu persatu jamaah shalat dluhur mulai meninggalkan masjid sabah, setelah beberapa jam shalat ashar tiba petugas mulai curiga terhadap pria tersebut, sebab. mulai dluhur pria itu masih berdiri kaku.


Baca Juga: 


Setelah para jamaah shalat ashar selesai petugas masjid sabah memberanikan diri menepuk pundak pria yang kaku sejak dluhur, namun, dari pria itu tidak ada reaksi sama sekali, alias tidak sadarkan.

Lalu sang Imam maju dan menepuk pundak pria tersbut sambil mengucapkan salam, lagi-lagi pria itu tetap mematung.

Karena pria itu masih kaku tanpa gerakan tanpa membaca apapu, ahirnya sang imam membaca surat ru'yah, setelah di bacakan ayat tentang rukyah tersebut pria itu lantas tersadar.

Kemudian setelah pria tersadar dalam keadaan menggigil hebat karena ketakutan sambil menangis sesenggukan, karena kawatir, petugas masjid yakni Arawan Hasan berani bertanya ketika pria yang sejak 3 jam kaku berdiri sudah mulai membaik

Apa yang menyebabkan kamu menggigil dan mengangis sesenggukan, sampai-sampai kamu dalam shalat tidak melakukan sujud sampai menjelang shalat ahar lantas pria yang berkaos hitam itu menjawab.

Ketika saya melakukan shalat saya merasa melihat api sehingga saya merasa ketakutan sampai-sampai takut yang mau melakukan sujud.

Berikut keterang dari pria yang kaku saat melaksanan shalat dluhur sampai shalat ashar, saat  shalat ia menggunakan berkaos hitam.

Demikianlah berita yang menghebohkan dunia islam, semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini, sampai menyebabkan kita semua untuk selalu berwakkal kepada Allah Swt serta melaksanakan perintah yang bersifat wajib.





                        

Rabu, 13 Februari 2019

45 Ulama Sepuh Dan Pengasuh Pesantren Se-Pasuruan Dukung Jokowi-KH Ma'ruf Amin

Info Islam | Akhir-akhir ini, umat Islam, khususnya di jagat maya sering dihadapkan dengan berbagai macam berita tentang PILPRES [Pemilihan Presiden] yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019.

Ulama Sepuh Dan Pengasuh Pesantren Se-Pasuruan Dukung Jokowi-KH Ma'ruf Amin

Berbagai opini dengan mentah biasa dilemparkan kepublik, sehingga ikut serta menggiring persepsi khususnya bagi pendukung masing-masing Calon Presiden.

Seperti yang diketahui bersama, bahwa PILPRES 2019 ini, muncul dua Paslon 01 yang terdiri dari Ir. H. Joko Widodo berpasangan dengan KH. Mak'uf Amin, dan Paslon 02 yang terdiri dari Probowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Banyak pengamat yang menilai, bahwa kontestasi PILPRES tahun ini, adalah ulangan dari PILPRES 2014 yang lalu.

Namun ada hal yang berbeda, khususnya sepak terjang dari pendukung masing-masing Paslon, demi  dan mendapat sejumlah dukungan para tokoh sepuh dan para pengasuh Pondok Pesantren.

Menariknya baru-baru ini, beredar berita melalui pesan singkat yang menyebutkan 45 Ulama Sepuh dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Pasuruan Ittifaq / Sepakat memilih Paslon 01, yakni pasangan Jokowi dan KH. Ma'ruf Amin. berikut ini beritanya. 

45 Ulama Sepuh dan Pengasuh Pesantren Se-Pasuruan Dukung Paslon 01

Beberapa waktu yang lalu memang santer dikabarkan bahwa kedua Paslon baik 01 maupun 02 sama-sama berburu dukungan dari para tokoh, habaib, dan para ulama.

Tidak terkecuali para pengasuh pondok pesantren yang berada di Kabupaten Pasuruan, yang merupakan wilayah yang memiliki banyak sekali lembaga pendidikan keagamaan atau pesantren.

Namun, kemudian muncul berita yang mengagetkan jagat maya, melalui pesan singkat WhatsApp yang menegaskan, bahwa setidaknya 45 Ulama sepuh dan pengaush pondok pesantren telah sepakat dan Ittifaq mendukung Paslon 01. berikut ini adalah pesan singkat yang tersebar luas tersebut :

45 Ulama Sepuh + Pengasuh Pondok Pesantren se Pasuruan  Raya ittifaq (sepakat) bahwa memilih Calon Presiden + Wapres nomor 01 (Jokowi - KH Ma'ruf Amin) merupakan kewajiban agama karena keduanya diyakini bisa menjaga dan melaksanakan maslahah diniyah dan keduanya taat kepada agama. 

Dengan memakai jaket kebesaran BANSER para masyayikh yang mayoritas menggawangi NU di Pasuruan Raya juga berfoto bersama menyemangati semua BANSER dan kader NU lainnya dalam membentengi Ulama, dan menjaga NU (Ahlus Sunnah Waljamaah Annahdliyah) serta NKRI.

Para Masyayikh kompak dan berkomitmen untum terus turun gunung mengajak masyarakat, warga NU, para santri, alumni, wali santri, keluarganya serta simpatisan utuk memenangkan kader terbaik NU tersebut (KH. Ma'ruf Amin) yg dibutuhkan maju dalam Pilpres ini utuk menjaga keberlangsungan ASWAJA Annahdliyah, kesatuan dan persatuan, serta keutuhan bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila.

Beliau2 hadir kemarin, Ahad 10 Februari 2019 atas undangan KH. Muzakki Birrul Alim yg kebetulan sebagai Rois Syuriyah PC NU Kab. Pasuruan bersama KH. A Nawawi A Jalil Sidogiri di rumah pribadi KH. A. Mujib Imron (Wabup Pasuruan).

Hadir pada kesempatan tersebut adalah para Pengasuh Pondok Pesantren se Pasuruan Raya, yaitu KH. Idris Hamid, Habib Ahmad bin Idrus Alhabsyi, KH. Abd Rohim (Rois PCNU Bangil), KH. Imron Mutamakkim (Ketua PCNU Kab Pasuruan), Ust. H. Sobri Sutroyono (Ketua PC NU Bangil), Gus Mamak Idris (Wakil Ketua PCNU Kota Pasuruan), KH. Muhibbul Aman, (Katib Syuriyah PC NU Kab. Pasuruan), KH. Nurul Huda (Ketua MUI Kab. Pasuruan) KH. Najib Syafii, KH. Mas Muslim Ikrom, KH. Mahfud Ali Ridlo, KH. Mahmudi, KH. Abd. Ghofur, KH. Ach. Rifa'i (dr Jajaran Syuriyah - Tanfidziyah Bangil), KH. Mujtaba Abd Somad, KH. Masyhudi Nawawi, KH. Maksum Hasyim, KH. Muthiurrahman, KH. Musyaffak Bisri, KH. Abdulloh Muhsin Hasyim, KH. Faisol Munir, Gus Taufiq Abd Rahman, Gus Saifulloh Halim, (dari jajaran Mustasyar, Syuriyah + Tanfidziyah PC NU Kab. Pasuruan ), KH. Hidayatulloh Munif + KH. Ali Ridlo, KH. Azkiyak, KH. Mukhdlor dari Pengurus Thoriqoh Kab. Pasuruan, KH. Romli Abdulloh, KH Nur Jasim, KH. Abd Karim Jasim, KH. Shonhaji Abd Somad, KH. Yazid Manan, KH. Zainal Abidin, KH. Rummani Busthomi Kholili, KH Yasin Kholil, KH. Dumairi Nalim, KH. Ghufron Mukhdlor, KH. Nasikh Qohar, KH. Kasyful Anwar, KH. Suadi Abu
Amar dll..

SEBAGAI SANTRI DAN KADER NU, MELIHAT PARA MASYAYIKH WA MURROBBI RUHINA BERITTIFAK, BERSATU, BERGERAK BERSAMA, SUNGGUH MERINDING DAN DHOLIM BILA KAMI TIDAK LEBIH BERGELORA UNTUK JIHAD MEMENANGKAN PAK JOKOWI & KYAI MA'RUF AMIN..

Semoga ALLAH SWT memberi pertolongan dan kemenangan untuk Pak Jokowi & Kyai Ma'ruf Amin. Amiiin...

Semoga ALLAH SWT memberikan anugerah dan pertolongan untuk rakyat dan bangsa Indonesia menuju BALDATUN THOYYIBATUN WA RABBUN GHOFUR. Amiiin...

#CAPRES
#CAWAPRES
#PASANGAN01
#JOKOWI
#KYAIMARUFAMIN
#INDONESIAJAYA
#INDONESIASEJAHTERA
#INDONESIABERKAH

Sumber : Group WhatsApp

Rabu, 09 Januari 2019

Innalillah, Belgia Dan 4 Negara Ini Terapkan Aturan Larangan Penyembelihan Hewan Secara Syar'i

Info Islam - Kabar mengejutkan kembali datang, pasalnya Otoritas Belgia saat ini telah resmi melarang penyembelihan hewan dengan cara Syar'i / halal dan dengan kosher [Sebuah ajaran penyembelihan hewan dalam ajaran Yahudi]. Kebijakan kontroversi ini berlaku sejak awal tahun baru 2019. 

Negara Ini Terapkan Aturan Larangan Penyembelihan Hewan Secara Syar'i

Yang pertama kali menerapkan aturan ini adalah Flanders, sebuah wilayah utara Belgia. Flanders merupakan salah satu wilayah selatan Wallonia. 

Keputusan tersebut, diakibatkan oleh kelompok nasionalis sayap kanan dan termasuk kelompok yang pendukung hak-hak hewan, dengan mengusulkan agar penyembelihan hewan secara keagamaan dilarang.

Hal tersebut, tentu membuat minoritas kelompok agama Islam dan Yahudi di Belgia khawatir,  Mereka juga takut kebijakan itu merupakan salah satu bentuk islamophobia atau anti-semit dengan kedok perlindungan terhadap hak-hak hewan.

Padahal, Sebagaimana diketahui, proses penyembelihan secara halal dan Syar'i dalam Islam, atau secara kosher dalam agama Yahudi, mengharuskan kondisi hewan dalam keadaan sadar dan sehat saat tenggorokannya disayat/ disembelih. 

Penyembelihan Dengan Cara Disetrum

Menurut mereka, model penyembelihan secara keagamaan, adalah bentuk cara meminimalkan penderitaan terhadap hewan, sebab hewan yang disembelih dengan cara ini akan langsung kehilangan kesadaran dalam hitungan detik, sebelum akhirnya benar-benar mati

Sementara dalam peraturan di Negara Belgia tersebut, penyembelihan hewan harus melalui proses setrum listrik terlebih dahulu, sebelum disembelih. 

Kelompok dan Para aktivis hewan yang mendukung program dan peraturan baru ini mengklaim, cara setrum tersebut jutru tidak akan menyakiti hewan, dibandingkan dengan cara penyembelihan secara ritual keagamaan.

Direktur Aksi untuk Kepentingan Hewan, kelompok hak-hak hewan Belgia, Global, Ann De Greef menegaskan bahwa membuat hewan pingsan sebelum disembelih tidak termasuk bertentangan dengan doktrin halal dalam Islam maupun dan koshe dan agama Yahudi.

Dikutip laman The New York Times [Sabtu - 5/01/2019] Greef menegaskan :

“Mereka ingin tetap hidup di Abad Pertengahan dan terus membantai tanpa setrum, karena teknik itu belum ada pada saat itu, tanpa harus sesuai hukum. Aku minta maaf, di Belgia hukumnya di atas agama dan itu akan tetap seperti itu,”

Para tokoh dan otoritas Muslim dan Yahudi berharap, protes hukum yang mereka ajukan di Mahkamah Konstitusi Belgia dapat mencabut dan merubah kembali larangan itu. 

Seorang pemimpin komunitas Muslim, Saatci Bayram mengaku, pihak pemerintah sudah meminta saran dari komunitas Muslim, namun sayang saran tersebut tidak diambil pemerintah.

"Pemerintah meminta saran kami tentang larangan itu, kami merespons secara negatif, tetapi saran itu tidak diambil," tegas Bayram .
Selanjutnya, Bayram  mengatakan :
“Larangan ini disampaikan sebagai wahyu oleh aktivis hak-hak hewan, tetapi perdebatan tentang kesejahteraan hewan dalam Islam telah berlangsung selama 1.500 tahun. Cara penyembelihan ritual kami tidak menyakitkan,”

Seorang pengacara yang mewakili payung organisasi lembaga-lembaga Islam, Joos Roets, mengatakan bahwa, aturan berupa larangan itu lebih didorong oleh stigmatisasi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu, dan bukan disebabkan kekhawatiran terhadap kesejahteraan hewan itu sendiri.

Joos Roets juga menyarankan agar pemerintah bisa mengambil langkah lain guna mengurangi penderitaan hewan, tanpa melanggar kebebasan ritual keagamaan Belgia dan peraturan Eropa.

Sekilas Tentang Populasi Muslim Dan Yahudi Di Belgia

Di Belgia sendiri, populasi masyarakat berjumlah 11 juta orang, diantara mereka ada yang memeluk agama Islam dan mencapai 500 ribu orang, sementara yang menganut agama Yahudi sekitar 30 ribu orang. 

Undang-undang di seluruh negara Eropa mensyaratkan, hewan yang akan disembelih harus ‘dipingsankan’ terlebih dahulu, agar proses penyembelihan lebih manusiawi. 

Dan salah satu cara untuk membuat hewan menjadi pingsan, biasanya harus menggunakan alat  "captive bolt" dengan cara menembakkan batang logam ke bagian otak hewan menggunakan setrum listrik, atau gas.

Namun, ada sebagian negara di Uni Eropa seperti Belanda dan Jerman yang tetap mengizinkan proses penyembelihan secara ritual keagamaan [halal atau kosher] namun masih terbilang sangat ketat sekali.

Sementara negara-negara Eropa seperti Belgia, Swedia, Norwegia, Islandia, Denmark, dan Slovenia tidak memberikan pengecualian sama sekali. Artinya Semua hewan yang akan disembelih harus dipingsankan terlebih dahulu menggunakan setrum.

Sumber : Nu.Or.id

Minggu, 02 Desember 2018

Berikut Ini Jadwal dan Rangkaian Acara Reuni Akbar 212

Info Islam | Reuni Akbar 212 memiliki arti penting bagi umat Islam, pasalnya acara ini diadakan sebagai bentuk rasa Syukur atas nikmat Allah swt.

Berikut Ini Jadwal dan Rangkaian Acara Reuni Akbar 212

Namun tidak banyak yang tahu rangkain acara yang sejatinya akan dilaksanakan pada tanggal 2 Desember terebut. berikut ini kami bagikan untuk anda.

Rangkain Acara Reuni Akbar 212
Reuni Akbar tahun ini mengangkat tema "KEUMATAN, KEMANUSIAAN dan KEBANGSAAN" setidaknya akan dilaksanakan berbagai macam acara, yang dimulai dari jam 03:00 pagi hari.

1. Jam 03.00 - 04.00 Tahajud bersama ( imam : Buya Ahmad Kurtubi dan Doa oleh KH Abah Raudh Bahar )
2. Jam 04.00 - 05.00 Subuh Jamaah ( muadzin ust Helmi, Imam KH Nashier Zein dan Zikir bada subuh oleh Habibb Muhammad Al Athos dan Hb Muhsin bin Zait al Athos)
3. Jam 05.00 - 05.30, Dzikir dan istighotsah Kubro ( Ust H AbdulSyukur Adzikra)
4. Jam 05.30 - 06. 00 Maulid Nabi ( Hb Muhammad bin Idrus AlHadad termasuk Hadroh ust Kembar)
5. Jam 06.00 - 06.30 Pemutaran Film 7 menit karya FRONT TV  (7 menit),  
6. Pemutaran Video Kompilasi Dukungan 212 (3 menit), 
7. Penayangan Teleconferrence Switzerland (Zurich) London  dan Melbourne ( 8 menit), 
8. Penampilan Atraksi MUSIK RAMPAK dari SCHOOL of UNIVERSE  membawakan  THOLAAL BADRU ALAINA.  BERSAMA dengan IZZATUL ISLAM [Mengajak seluruh mujahid 212 yang hadir ikut bershalawat] (3,5 menit)
9. KOLABORASI LAGU PERJUANGAN  SATU NUSA SATU BANGSA oleh ACCAPELLA PENTABOYS. (3.5 menit)
10. Jam 06.30 - 06. 35 pembukaan  para MC mengenalkan diri. MC 1 berbahasa Arab Muhammad Irza Mahathir (MIM), MC 2 berbahasa Inggris, Adin M (AM) MC 3 Utama: DR. Ust Haikal Hasan (UHH) dan MC 4  Deddy Gumelar (DG).
11. Jam 06.35 -06.40, MC 3 dan 4 meminta seluruh  jamaah berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dipimpin Seluruh Vokalis Izzatul Islam,SOU dan PentaBoyz serta Sang Alang  dan Ari Untung leading.
12. Jam 06.40- 06.50 Kalam ilaihi ( ust Maman Abd Rahman ) (7 menit), kemudian MC 1 menghantar qiroah.
13. Jam 06.50 - 07.00, Prakata Ketua panitia Ust Bernard. ( 7 menit) MC : 1 dan 2
14. Jam 07.00- 07.15 Ucapan selamat datang dari 3 tokoh sejarah  (FPI, GNPF, PA 212 ) Bertiga menyambut secara paralel. MC : 1 dan 2.
15. Jam 07.15 - 07.20 Menyanyikan Mars bela Islam dan bela tauhid ( ust kembar ) dan
Accapella Pentaboys dan Izzatul Islam scra membahana disertai ajakan mengibarkan bendera benderanya. MC:4
16. Jam 07.20- 07.30, Sambutan Gubernur DKI, Sambutan tokoh ( Gubernur DKI, Khusus untuk Gub DKI  kehadirannya diiringi SOU dng potongan musik lagu khas betawi.
17. Jam 07.30- 07.40, Tokoh Ulama betawi KH MAULANA KAMAL YUSUF.
18. Jam 07.40 - 07.55, KETUA DPR /MPR, (Masing masing 7 menit)
19. Jam 07.55 - 08.00, Accapella bawakan lagu BENDERA (Coklat)
20. Jam 08.00- 08.15 Sambutan Tamu Kehormatan (15 menit)
21. Jam 08.15- 08.25, Dzikir tauhid 212 ( KH Abdurrasyid Abdullah Syafei )
22. Jam 08.25- 09.00, Orasi tiga orang sekaligus, dengan tema berbeda-beda. Tausiah bela tauhid dlm berbagai perspektif, Pendidikan keluarga ( Dra Hj Nurdiati Akma ) 10 menit, Ekonomi keumatan  ( Prof Dr Didin Hafiduddin ) 10 menit, Ideologi kebangsaan  KH Bachtiar Nasir (UBN)
23. Jam 09.00- 09.05, Mars dan hymne pejuang Islam, Medan juang  oleh Ust Kembar dan Izzatul Islam
24. Jam 09.05- 09.25, Tausiah bela tauhid ke-II, Tauhid Politik dan perubahan ( KH Sholahuddin Wahid ) 10 menit.
25. Tauhid Sosial dan budaya, KH Mahfudz Asyirun /KH.NONOP HaNAFI, 10 menit.
MC 4
26. Jam 09.25- 09.40,  VIDEO CONFERRENCE dng Washington Dc, Toronto, sydney dan Sorong serta Bali dan diakhiri dengan laporan pandangan mata penyelenggaraan 212 di Medan.
27. Jam 09.40- 10.00, Taushiyah III, Tauhid Hukum dan Keadilan oleh Dr Hammid Gontor, 10 menit, Tauhid Pertahanan dan keamanan ( KH Syukron Makmun ) 10 menit.
28,. Jam 10.00- 10. 15, Millenia Award 212, Dengan menampilkan 2 anak penghafal Quran Muhammad dan Kamil di awal dan siap diuji langsung atas hafalan mereka. Serta penganugerahan Milenia Award kepada 12 yang lainnya .
Diberikan oleh  14 tokoh/habaib/ulama mengikuti keteladanan Rosulullah kepada pembinaan Generasi muda.
28. Jam 10.15- 10.25, Peduli kaum Dissabilities
29. Jam 10.25- 10.35, Orasi dan Selebrasi bendera tauhid ( Hb Hanif Al athos )
30. Jam 10.35 - 10.40, Izzatul islam
31. Jam 10. 40- 10.50 Pemutaran kembali Khutbah Jumat 212
32. Jam 10.50  -11.15, Teleconferrence dan amanat imam besar dari kota suci Mekah
33. Jam 11.15 - 11. 20 Penutup doa ( Hb Umar bin Abdul Aziz Palembang )
34. Jam 11. 20, InsyaAllah acara selesai  menjelang waktu dhuhur tiba.

Terkait Reuni Akbar 212, Habib Nabiel bin Fuad al-Musawa, Jangan Bawa Nama Besar Habib Umar

Info Islam | Seperti yang kita ketahui, ada rencana besar sebagin umat Islam untuk menggelar Reuni Akbar 212 pada tanggal 2 Desember 2018.

Berbagai persiapan sudah dilakukan dengan matang jauh sebelum hari pelaksanaan. Namun dalam masa persiapan tersebut, diketahui tersebar berita hoax bahwa al-Habib Umar bin Hafidz mendukung acara reuni tersebut.

Terkait Reuni Akbar 212, Habib Nabiel bin Fuad al-Musawa, Jangan Bawa Nama Besar Habib Umar


Hingga akhirnya, pimpinan Majlis Rasulullah, al-Habib Nabil bin Fuad al-Musawa angkat bicara dan memberikan himbauan.

Beliau meminta kepada siapa-pun, dari pihak manapun, untuk tidak membawa-bawa nama besar Habib Umar untuk kepentingn apapun.

Himbauan tersebut disampaikan melalui video berdurasi sekitar 2.5 menit. yang diunggah melalui akun Instagram beliau.

Berikut ini video himbauan al-Habib Nabiel bin Fuad al-Musawa :


Berikut ini transkrip yang berisi himbauan tersebut.

MOHON JANGAN JUAL NAMA GURU MULIA KAMI UNTUK KEPENTINGAN KELOMPOK SINI ATAUPUN SANA


Sejak pagi tadi banyak sekali inbox yg masuk ke saya.. Baik via IG, FB, twitter, Messenger dan bahkan WA.. Menanyakan tentang validitas berita yg beredar di Media.

Di dalam berita itu disebutkan bahwa Guru Mulia Habibana Umar bin Hafidz berkomentar miring tentang acara 212.. Padahal kata2 yg diambil adalah cuplikan taushiyyah Guru Mulia Habibana Umar bin Hafidz tahun 2015.. Sekali lagi tahun 2015.. Tidak ada kaitannya dg hal akhir2 ini.

Kami tegaskan bahwa Guru Mulia kami Habibana Umar bin Hafidz tidak pernah mencampuri urusan2 politik.. Dan beliau tidak ikut2 an dlm MEWAJIBKAN atau MELARANG acara reuni 212.

Dan beliau terus konsisten dg sikapnya. Beliau TIDAK pro sana ataupun pro sini.. Tapi beliau menginginkan keutuhan dan persatuan seluruh kaum muslimin di Indonesia.. Berkasih sayang kepada semua kelompok & seluruh komponen kaum muslimin.. Serta berdakwah secara kelembutan serta santun kepada seluruh kelompok non muslim.

Baca Juga : Jadwal Rangkaian Acara Reuni Akbar 212

Beliau mengisi Kajian rutin, Kitab Adabul Alim wal Muta'allim, karangan Hadhratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari di PBNU.. Beliau juga menerima dg kasih sayang & kelembutan kunjungan Habibana Muhammad Rizieq Syihab saat bersilaturrahim ke rumahnya.

Jadi mohon jangan jual nama Guru Mulia kami untuk kepentingan politik sesaat.. Dan mohon ampunlah pada اللَّهُ atas fitnah yg telah kalian tebarkan dg mengatasnamakan Guru Mulia kami Habibana Umar bin Hafidz.

Siapapun senantiasa dihormati oleh beliau, & Sayyidul Habib Umar konsisten dg manhaj beliau, yaitu mempersatukan para ulama, menghormati perbedaan & ikhtilaf diantara mereka, serta menyayangi & memaafkan yg berbeda pendapat bahkan yg memusuhi terhadap beliau.

Semoga اللَّهُ ﷻ senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan kaum muslimin.. Menjalin ukhuwah Islamiyah diantara semua kelompok kaum muslimin.. Serta menyatukan semua yg terbelah & mengumpulkan semua yg tercecer.

Serta menjadikan negara Indonesia sebagai negara yg damai, adil & makmur.. Baik dunia maupun ukhrawinya.. Negeri yg Baldatun Thayyibatun wa RABBun Ghafur.. ALLAAHumma aamiin yaa RABB.

Al Habib Nabiel bin Fuad Al-Musawwa

Rabu, 21 November 2018

InfoIslam : Mengerikan, Bom Bunuh Diri Terjadi Di Acara Maulid Nabi, 50 Orang Tewas, 70 Luka-luka

Afganistan - Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, yang seyogyanya berjalan dengan khidmah dan penuh kekhusyu'an, berubah menjadi malapetaka.

Mengerikan, Bom Bunuh Diri Terjadi Di Acara Maulid Nabi, 50 Orang Tewas, 70 Luka-luka

Baru saja terjadi, Bom Bunuh Diri saat acara Maulid Nabi di Afganistan, dan menewaskan sekitar 50 dan melukai 70 orang, dari 1000 masyarakat yang ikut acara di dalam gedung tersebut.

Ledakan yang terjadi di gedung pertemuan Uranus Wedding Palace, Afganistan tersebut sangat keras, dan terjadi.

Diduga Pelaku bom dengan kekuatan tinggi, dan melakukan bunuh diri saat memasuki ruangan perjamuan di gedung pernikahan Uranus, yang berada tak jauh dari bandara Kabul.

Dikutip dari Aljazeera, 21 November 2018, Najib Danish, selaku juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afganistan menegaskan "Pelaku bom bunuh diri meledakkannya di dalam gedung pertemuan besar tempat berkumpul ratusan ulama untuk memperingati lahirnya Nabi Muhammad,"

Ahmad Fahim yang berbaring di tempat tidur rumah sakit sedikit menceritakan  "Saya mendengar ledakan, saya baru saja membawa keluar keponakan saya terluka serius. Namun ketika saya ada di sini, saya menyadari saya juga terluka,"

Salah seorang saksi, Shah Mohammad, juga menceritakan kondisi sesaat setelah bom tersebut meledak "Acara baru dimulai saat bom meledak. Potongan tubuh manusia berserakan di mana-mana".

Meski Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri tersebut. 

Namun , Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menggambarkan, serangan itu sebagai sebuah aksi biadab dan mencemari ajaran Islam.

Selanjutnya, Presiden Ghani menetapkan Rabu (21/11/2018) sebagai hari berkabung nasional dan memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang.

Saksikan Video Amatir, detik-detik terjadinya Bom Bunuh Diri pada acara Maulid Nabi Muhammad saw. di Afganistan.


Sejauh ini, ada dua kelompok yang sering memusuhi pemerintah Afganistan, Yakni Taliban dan ISIS, namun dugaan kuat pelaku bom Bunuh Diri ini dilakukan oleh kelompok kedua.

Hal tersebut terbukti, Zabiullah Mujahid Juru Bicara kelompok Taliban justru ikut serta mengecam peristiwa ini, "Taliban mengecam keras serangan yang sengaja diarahkan kepada warga sipil atau ulama," [red]

Sabtu, 17 November 2018

#InfoIslam. Tradisi Bulan Maulid Di Dunia Yang Paling Unik Untuk Di Ketahui

Tradisi Maulid Nabi. Maulid termasuk salah satu kegiatan untuk memperingati kelahiran Baginda Nabi Besar Muhammad saw, Sebab, seseorang yang bahagia menyambut hari besar tersebut, maka Allah Swt akan Meringankan beban di akhirat.

Tradisi Bulan Maulid Di Dunia Yang Paling Unik


Seperti dalam hadits Shohih Bukhori, "bahwa Abu Lahab yang di nas di dalam al-qur'an sebagai orang yang masuk neraka, di sebabkan tidak mau mengakui Nabi sebagai Utusan Allah Swt, Ia masih  mendapatkan keringanan di neraka pada hari senin, kerena bahagia mendengar Nabi Muhammad Saw telah lahir, kebahagian itu ia luapkan dengan memerdekakan budaknya yakni Tsuwaibah.

Baca Juga: Bacaan Maulid Nabi

Dari kisah ini kita sebagai umat islam yang beriman pasti bahagia mendengar hadits ini, yang pertama kita di takdirkan sebagai orang islam yang beriman kepada Nabi Muhammad Saw, Yang kedua orang kafir yang bahagia mendengar kelahiran Nabi Muhammad Saw di beri keringanan, lalu bagaimana dengan kita?

Nah, bentuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Saw di dunia pasti berbeda, oleh karena itu admin ingin membagikan seputar Tradisi Bulan Maulid Di Dunia Yang perlu di ketahui:

Arab Saudi

Arab Saudi termasuk salah satu negara yang mempertingati Perayaan Maulid Nabi (kelahiran nabi Muhammad Saw),  Dengan cara pawai ke Ibu Kota di iringi dengan pembacaan solawat nabi, dan syair-syair yang memuji Nabi Muhammad Saw.

Di negara Arab Saudi ketika hari kelahiran Nabi Muhammad Saw telah tiba, semua masyarakat bahu membahu memsang lampu-lampu  hias di sapanjang jalan, ini bentuk syukur dan kebahgian negara Arab Saudi menyambut maulid nabi.

Afrika

Perayaan maulid Nabi di afrika ini paling berbeda dengan perayaan maulid nabi di belahan dunia, dari segi nama perayaan tersebut dan juga tradisinya juga berbeda.

Afrika termasuk salah satu negara paling antusia menyambut hari kelahiran nabi Muhammad Saw, bahkan di negara ini semua media masa ikut meliput segala macam tradisi yang di selenggarakan,

Di negara ini acara maulid nabi di selenggarakan 7 hari berturut-turut, acara yang di selenggarakan salah satunya, perlombaan seni tilawah, menerjemahkan kitab-kitab klasik ke dalam bahasa Afrika, mendendangkan rebana sambil bersyair dan memuji kemulyaaan Nabi Muhammad Saw.

Brunai Darussalam

Brunai Darussalam termasuk negara yang mayoritas warganya beragama islam, jadi tidak mengherankan kalau di negara ini perayaan hari besar islam, hari raya dan maulid nabi, masih kental sekali dengan islam.

Ketika maulid nabi telah tiba semua warga di negara Brunai Darussalam ini menggelar pembacaan Rawi Maulid Syaroful Anam. yang di selenggarakan di istana Nurul Imam.

Pagi harinya semua laki-laki berkumpul di di alun-alun bersama sultan Brunai Darussalam, dengan di iringi shalawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad Saw,  momen seperti ini jarang sekali di adakan di negara-negara islam lainnya, dengan perayaan seperti ini sampai-sampai menjadi nama ‘Perarakan Agung’.

Amerika Serikat

Amerika Serikat termasuk negara yang mayoritas warganya berada kristen, hanya sebagian kecil saja warganya yang beragama islam, untuk  menunaikan ibadah saja, pemerintah setempat membatasi ruang gerak mereka, sehingga mereka merasa kesulitan untuk menunaikan ibadahnya.

Namun, terlepas dari itu semua masyarakat yang beragam islam  mengekspresikan kegembiraan mereka menyambut kelahiran Baginda Nabi Muhammad saw. dengan perayaan dan acara-acara seremonial.

Acara yang di selenggaran di negara Amerika Serikat ini  kebanyakan diisi dengan Tema Maulid Yang Menarik, serta beberapa rangkaian acara formal, seperti sambutan-sambutan dari para tokoh terkemuka, ceramah keagamaan, dialog, dan jamuan makan.

Hong Kong

Tradisi yang berikut ini terletak di negara Hong Kong. Hong Kong termasuk salah satu negara non muslim, Namun, dengan hadrinya para TKW atau sebagian warga negara hong kong yang beragama islam, dikit demi sedikit banyak warganya yang memeluk agama islam.

Untuk perayaan maulid nabi biasanya sebagian kaum muslim berkumpul di tepi jalan sambil mendendangkan rebana untuk membaca shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad Saw setelah itu di lanjutkan dengan tukar makanan yang mereka bawa sebelum acara.

Baca Juga: Tradisi Muludan Di jawa

5 Negara ini termasuk salah satu negara yang merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw, dengan pesta  yang terbilang unik, dan masih banyak negara yang tidak kami sebutkan, karena memang perayaanya sama.

Nah, demikianlah artikel yang dapat kami bagikan semoga bisa menambah wawasan dan yang pasti artikel ini bermanfaat untuk sahabat semua. aminn