Profil Singkat Pengarang Kamus Yunus, Prof. Dr. H. Mahmud Yunus
Cari Berita

Profil Singkat Pengarang Kamus Yunus, Prof. Dr. H. Mahmud Yunus

Admin Galeri Islam
Kamis, 01 April 2021

Galeri Kitab Kuning | Biografi, Jika membahas tentang kamus Bahasa Arab - Indonesia, maka salah satu kamus yang kerap dijadikan pegangan dan rujukan adalah Kamus Yunus, atau Mahmud Yunus.

Profil Singkat Pengarang Kamus Yunus, Prof. Dr. H. Mahmud Yunus


Kamus ini ditulis oleh seorang profesor, tokoh agama asal Sumatera Barat, dan kamus Yunus, merupakan satu diantara karya-karya nya yang monumental.


Dia juga memiliki sejumlah karya lainnya, yang juga banyak dipelajari khususnya di lembaga-lembaga Islam, penasaran sosok pengarang Kamus Yunus? berikut profil singkatnya.


#Profil Mahmud Yunus


Biodata Singkat :

Nama : Mahmud  Yunus

Tempat Lahir : Desa  Sungayang, Batusangkar, Sumatera Barat

Tahun : 10  Pebruari  1899  (30  Ramadlan  1361)

Wafat Tahun : 10  Pebruari  1899  (30  Ramadlan  1361)

Di : Keluharan Kebon Kosong, Jakarta Pusat


Mahmud  Yunus  dilahirkan  di  desa  Sungayang,  Batusangkar,  Sumatra  Barat,  tepatnya  pada  hari  Sabtu  10  Pebruari  1899  (30  Ramadlan  1361). 


Beliau  merupakan  salah  seorang  pembaharu  pengajaran  bahasa  Arab  di  Indonesia.  Ia  lahir dari keluarga tokoh agama yang cukup terkemuka.


Ayahnya bernama Yunus bin Incek, sedangkan ibunya bernama Hafsah binti Imam Samiun yang merupakan anak  Engku  Gadang  M.  Tahir  bin  Ali,  seorang  ulama  besar  di  Sungkayang  Batusangkar.


Sejak kecil,  Mahmus  Yunus  dididik  dalam  lingkungan  agama.  Dia  tidak  pernah  masuk  di  sekolah  umum.  Ketika  menginjak  usia  tujuh  tahun  (1906),  ia  mulai  belajar  al-Quran  serta  ibadah  lainnya.


Gurunya  adalah  kakeknya  sendiri, yaitu M. Thahir. Ia sempat menimba ilmu selama tiga tahun di sekolah desa, tahun 1908.

Kamus Mahmud Yunus


Namun  saat  duduk  di  kelas  IV,  dia  merasa  tidak  betah  lantaran  seringnya  pelajaran  kelas  sebelumnya  diulangi.


Dia  pun  memutuskan  untuk  pindah  ke  madrasah  yang  berada  di  Surau  Tanjung  Pauh  yang  bernama  Madras  School, asuhan Syeikh HM.   Thalib   Umar,   seorang   tokoh   pembaharu   Islam   di   Minangkabau. Berkat  ketekunan  dalam  waktu  empat  tahun  saja,  Mahmud  Yunus  telah  sanggup  mengajarkan  beberapa  kitab,  antara  lain  Mahalli,  al-Fiyah, dan Jam’ul Jawami’.


Dan melalui karya-karya gurunya itu, Mahmud dapat menyerap semangat pembaharuan yang dibawa.Saat  Mahmud  belajar  di  Madras  School  antara  tahun  1917-1923,  di  Minangkabau tengah tumbuh gerakan pembaharuan Islam yang dibawa oleh para alumni Timur Tengah.


Umumnya pembaharuan Islam terwujud dalam dua bentuk;  pirifikasidan modernisasi.  Adapun  gerakan  yang  dilakukan  oleh  para  alumni  adalah  gerakan  purifikasi,  yakni  gerakan  untuk  mengembalikan  Islam  ke  zaman  awal   Islam   dan   menyingkirkan   segala   tambahan   yang   datang   dari   zaman   setelahnya.


Baca Juga : Download Kamus Mahmud Yunus Arab - Indonesia


Mahmud    Yunus    mulai    terlibat    dalam    gerakan    pembaharuan    saat    berlangsungnya Rapat Besar Ulama Minangkabau tahun 1919 di Padang panjang.


Dia diminta untuk mewakili gurunya. Pertemuan itu secara langsungmaupun tidak langsung memperngaruhi pola pemikiran pembaharuan Mahmud Yunus, terutama berkat   pandangan-pandangan   yang   dikemukakan   sejumlah   tokoh   pembaharu   seperti  Abdullah  Ahmad  serta  Abdul  Kamir  Amrullah  (Hamka).


Bersama  staf  pengajar  lainnya  yang  aktif  di  gerakan  pembaharuan,  tahun  1920  Mahmud  membentuk Perkumpulan  Pelajar  Islam  di  Sungayang  yang  bernama  Sumatra Thawalib.


Salah  satu  kegiatan  kelompok  ini  adalah  menerbitkan  Majalah  Al-Basyir dengan Mahmud Yunus sebagai pemimpin redaksinya.


Interaksi yang kian intens dengan gerakan pembaharu, mendorongnya untuk menimba ilmu lebih jauh di Mesir.  Berkat  kegigihannya,  Mahmud  Yunus  akhirnya  dapat  menimba  ilmu  ke Al-Azhar, Kairo, Mesir tahun 1924.


Di sana ia mempelajari ilmu ushul fiqih, ilmu tafsir,  fiqih  Hanafi,  dan  sebagainya.  Mahmud  Yunus  adalah  seorang  mahasiswa  yang  cerdas.


Hanya  dalam  tempo  satu  tahun,  ia  berhasil  mendapatkan  Syahadah Alimiyah (Akta Mengajar)dari Al-Azhar dan menjadi orang Indonesia kedua yang memperoleh  predikat  itu.


Sekalipun  sudah  mendapatkan  ijazah,  namun  beliau merasa  belum  cukup  dengan  apa  yang  telah  diperolehnya  lantaran  peningkatan pengetahuan umumnya belum terpenuhi.


Dia pun berkeinginan untuk menajutkan studinya  ke  Madrasah  Darul  Ulum  yang  memang  mengajarkan  pengetahuan  umum.


Mahmud  Yunus kemudian  meneguhkan  diri  untuk  mengikuti  seluruh  persyaratan  yang  diminta  dan  terbukti  mampu  memenuhinya.


Dia  dimasukkan  sebagai  mahasiswa  di  kelas  bagian  malam.  Semua  mahasiswanya  berkebangsaan  Mesir kecuali Mahmud Yunus.


Dia tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang masuk di Darul Ulum, Kairo. Tahun  1929,  dia  mendapat  Ijazah  Diploma  Guru  dengan  spesialisasi  bidang  Ilmu  Pendidikan.  Setelah  itu,  dia  kembali  ke  kampung  halamannya  di  Singayang, Batusangkar.


Gerakan pembaharuan di Minangkabau saat itu semakin berkembang.  Hal  ini  sangat  menggembirakan  Mahmud  Yunus.  Pada  tahun  1931,    ia  pun  mendirikan  dua  Lembaga  Pendidikan  Islam  di  Padang.


Di  dua  lembaga  inilah  ia  menertapkan  pengetahuan  dan  pengalamannya  yang  didapai  di  Darul Ulum,  Kairo.


Dua  penekanan  dalam  pembaharuan  Mahmud  Yunus  di  lembaga  pendidikanya yakni pengenalan pengetahuan umum dan pembaharuan pengejaran bahasa  Arab.


Pengajaran  pengetahuan  umum  di  sekolahnya  sebenarnya  tidaklah  baru,  tahun  1909  Abdullah  Muhammad  sedah  mengajarkan  ilmu  berhitung  dan  bahasa  Eropa  di  Adabiyah  School.  


Baca Juga : Profil Singkat Syekh Ihsan Jampes, Pengarang Kitab Sirojut Tholibin


Sementara  Mahmud  menambahkan  beberapa  pelajaran umum semisal ilmu alam, hitung dagang, dan tata buku.Profesi  sebagai  guru  semenjak  masih  menjadi  pelajar  di  Surau  Tanjung  Pauh sudah ia geluti. Kemampuannya bahkan semakin menonjol terutama setelah ia  kembali  dari  Mesir.


Secara  terus  menerus  Mahmud  Yunus  mengajar  dan  memimpin  berbagai  lembaga  pendidikan,  yakni:

  • al-Jami’ah  al-IslamiyahBatusangkar  (1931-1932)
  • Kulliyah  Mu’allimin  Islamiyah  Normal  Islam  Padang  (1932-19460)
  • Akademi  Pamong  Praja  di  Bukit  Tinggi  (1948-1949)
  • Akademi  Dinas Ilmu Agama (ADIA) Jakarta (1957-1980)
  • Dekan dan Guru Besar pada  Fakultas  Tarbiyah  IAIN  Syarif  Hidayatullah  Jakarta  (1960-1963)
  • Rektor  IAIN  Imam  Bonjol  Padang  (1966-1071)


Atas  jasa-jasanya  di  bidang  pendidikan  ini,  pada  15  Oktober  1977,  Mahmud  Yunus  memperoleh  gelar Doctor  Honoris  Causa di bidang Ilmu Tarbiyah dari IAIN Syarif  Hidayatullah Jakarta.


Banyak tulisan yang yelah dihasilkan oleh Mahmud Yunus dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, bahasa Arab, fiqih, ushul fiqih, tafsir, akhlak, sejarah, perbandingan  agama,  ilmu  jiwa,  dakwah,  yang  ia  tulis  dalam  bahasa  Indonesia dan  bahasa  Arab.


Sejak  awal  tahun  1970,  kesehatan  Mahmud  Yunus  mulai  menurun,  dan  sering  bolak-balik  masuk  rumah  sakit.


Akhirnya,  pada  tanggal  18  Januari  1983,  dalam  usia  83,  beliau  berpulang  ke  Rahmatullah  di  kediamannya,  kelurahan  Kebon  Kosong,  Jakarta  Pusat,  dan  dimakamkan  di  pemakaman  IAIN  Syarif Hidayatullah Jakarta.


#Karya-karya Mahmud Yunus

Adapun karya-karya Mahmud Yunus antara lain:

1.Akhlak, untuk Aliyah

2.Alif Ba Ta wa Juz Amma 

3.Allah dan Mahluk-Nya: Ilmu Tauhid menurut Al-Quran

4.Al-Mukhtarat li al-Muthala’ah wa al-Mahfudzat

5.Al-Tarbiyah wa al-Ta’lim

6.Beberapa Kisah Pendek, untuk SD

7.Beriman dan Berbudi Pekerti, untuk SD

8.Dasar-dasar Negara Islam

9.Do’a-do’a Rasulullah, untuk Tsanawiyah

10.Haji ke Mekkah, untuk SD

11.Hukum Perkawinan dalam Islam, 4 Mazhab.

12.Hukum Warisan dalam Islam, untuk Aliyah

13.Ilmu Jiwa Kanak-kanak

14.Ilmu Mushthalahul Hadits, bersama H. Mahmud Aziz

15.Ilmu Perbandingan Agama

16.Juz Amma dan Terjemahnya

17.Kamus Arab-Indonesia

18.Kesimpulan Isi Al-Quran, untuk Muballigh/Umum

19.Kumpulan Do’a

20.Lagu-lagu Pendidikan Agama/Akhlak, bersma Kasim St. M. Syah

21.Mabadi al-Fiqhu al-Wadhih 

22.Manasik Haji untuk Orang Dewasa

23.Marilah ke Al-Quran, untuk Tsanawiyah/PGA bersama H. Ilyas M. Ali

24.Metodik Khusus Bahasa Arab, Fak. Tarbiyah/PGAA

25.Metodik Khusus Pendidikan Agama, Fak. Tarbiyah/PGAA

26.Moral Pembangaunan dalam Islam, untuk Aliyah

27.Muhadatsah al-Arabiyyah

28.Muhadharat al-Israiliyyat fi at-Tafsir wa al-Hadits

29.Pedoman Dakwah Islamiyyah

30.Pelajaran Huruf Al-Quran

31.Pelajaran Sembahyang untuk Orang Dewasa

32.Pendidikan di Negara-negara Islam dan Intisari Pendidikan Barat

33.Pengetahuan Umum Ilmu Mendidik, bersama St. M. Said 

34.Pokok-pokok Pendidikan dan Pengajaran, Fak. Tarbiyah/PGAA

35.Puasa dan Zakat, untuk SD

36.Riwayat Rasul Dua Puluh Lima, bersama Rasyidin/Zubir Usman

37.Sejarah Islam di Minagkabau

38.Sejarah Pendidikan Islam39.Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia

40.Soal Jawab Hukum Islam

41.Surat Yasin dan Terjemahannya (Arab Melayu)

42.Tafsir Al-Fatihah

43.Tafsir al-Quran (30 juz)

44.Tafsir Ayat Akhlak

45.Terjemah Tafsir al-Quran

46.Tarikh al-Fiqhu al-Islami

47.Tarikh al-Islam

48.Al-Adyan

49.Mudzakarat Ushul al-Fiqh

50.Durus at-Tauhid 

51.Ilmu an-Nafs

52.Beberapa Kisah Nabi dan Khalifahnya

53.Asy-Syuhuru al-‘Arabiyyah fi Biladi al-Islamiyyah

54.Khulashah Tarikh al-Ustaz Mahmud Yunus

55.Durus al-Lughah al-‘Arabiyyah ’ala Thariqati al-Haditsah Jilid 1-2 

56.Kamus al-Quran Jilid 1-2 

57.Al-Fiqhu al-Wadhih Jilid 1-3 

58.Durus al-Lughah al-‘Arabiyyah Jilid 1-3 

59.Pemimpin Pelajaran Agama Jilid 1-3, untuk SMP

60.Keimanan dan Akhlak Jilid 1-4, untuk SD

61.Marilah Sembahyang Jilid 1-4, untuk SD

62.Pelajaran Bahasa Arab Jilid 1-4.


Baca Juga : Profil Singkat KH Maimoen Zubair


Demikianlah ulasan dan informasi tentang Profil Singkat Pengarang Kamus Yunus, Prof. Dr. H. Mahmud Yunus, semoga memberikan tambahan informasi dan manfaat.