#InfoIslam. Tips Amar Ma'ruf Nahi Mungkar Terhadap Pemerintah Yang Penting Kita Ketahui

Pejabat Pemerintahan

Galeri Kitab kuning. Pemerintah merupakan salah satu organisasi yang memiliki kekuasaan untuk menerapkan salah satu kebijakan atau undang-undang, yang tujuannya tidak lepas untuk meningkatkan atau mensejahterahkan rakyat.

Namun, terkadang dari tujuan yang mulia itu ada salah satu kebijakan yang membuat rakyat menderita, seperti halnya pembongkaran lahan milik warga, yang di alokasikan untuk jalan tol atau infrastuktur yang lainya.

Bahkan ada sebagian kebijakan pemerintah yang keluar dari tuntunan syariat sepeti halnya mengadakan demostrasi atau orasi di tempat beribadatan, membuat proyek yang bisa membayakan rakyat.


Baca Juga:  Pesan Menteri Agama Untuk Calon Jamaah Haji 2018


Kata pepatah "siapa yang kuat dia yang menang" siapa yang memiliki jabatan dan kekuasaan dia yang bakal menang, dengan kondisi seperi ini, bagaimana cara kita  amar ma'ruf nahi mungkar terhadap perintahan.

Nah, artikel ini menjadi solusi atas kegalauan kita semua, terkait kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat.

Berikut paparan dari beberapa dalil:

Sebelum memaparkan dalil yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat, alangkah lebih baiknya kita simak beberapa tips ulama Indonesia amar ma'ruf nahi mungkar terhadap pemerintah yang berbuat semena-mena.

Sewaktu negara Indoensia ini di pimpin oleh Presiden Suharto, pernah beliau melakukan kebijakan yang justru merugikan rakyat, sehingga mau tidak mau ulama Indoensia mendatangi beliau, banyak saksi yang melihatnya, dengan nasihat itu beliau meneteskan air mata.

Ternyata, tips yang di lakukan oleh Ulama Indonesia sudah tercantum dalam kitab Ihya Ulum Ad-Din yang di ta'liq oleh Al-Hafidz al-Iraqi.


"Barang siapa memiliki nasehat untuk pemimpin, maka janganlah disampaikan secara terbuka. Hendaklah ia memegang tangan pemimpin, dibawa ke tempat sepi. Jika pemimpin menerima maka nasehat telah ia terima. Jika tidak maka ia telah menyampaikan apa yang maslahat dan yang madlarat untuk pemimpin tersebut" 


Dari penjelasan di atas ini kita sudah tahu, kenapa untuk menasehati pepimpin harus di tempat sepi, yang pertama agar pemimpin tidak jatuh reputasinya serta tetap memiliki wibawa terhadap rakyatnya.



Baca Juga: Hukumnya Orang Hadats Menyentuh Al-Qur'an Dengan Kayu



Yang kedua agar pemimpin itu lebih leluasa berbicara, terkait alasan dan tujuan atas kebijakan yang ia buat.

Nah, bagaimana.. sudah tahu kan  tata cara amar ma'ruf nahi mungkar terhadap pemerintahan, semoga dengan adanya artikel ini memberi kemanfaatan untuk kita semua. aminn




Info Menarik Lainnya:

Previous
Next Post »
Facebook comments

Anda Mendapatkan Manfaat Dari Informasi Galeri Kitab Kuning? Tulis Komentar dengan Sopan, dan Tanpa memberi Link Aktif atau Non Aktif
Jangan Pakai Bahasa Yang Negative
Mohon maaf jika balasan kami telat, dan sesegera mungkin akan kami tanggapi.

Hormat Kami
Admin Galeri Kitab Kuning ConversionConversion EmoticonEmoticon