Ini Dua Macam Takbir Hari Raya Yang Perlu Diketahui
Cari Berita

Ini Dua Macam Takbir Hari Raya Yang Perlu Diketahui

Selasa, 05 Juli 2016

Dua Macam Takbir Hari Raya ~ Seperti yang telah saya janjikan pada saat menjelaskan Tatacara Sholat Idul Fitri dan Idul Adha, bahwa saya akan menjelaskan macam-macam Takbir.

Lantaran, Hari Raya tidak hanya identik dengan baju baru, kue dan makan yang lezat, melainkan dengan pembacaan takbir yang senantiasa bergema disetiap suduh desa, hingga kekota.

dua macam takbir pada hari raya


Di Indonesia sendiri, ada sebuah tradisi pembacaan takbir dengan istilah "Takbir Keliling". Kabar terbaru yang saat ini sedang hangat, adanya peraturan disebagian daerah yang justru melarang adanya takbir keliling.

Disisi lain, menyemarakkan Hari Raya dengan pembacaan Takbir sangat dianjurkan, bukan hanya dibaca di masjid-masjid melainkan juga membaca dikeramaian tempat bahkan di jalan-jalan.

Wal-hasil, membaca takbir pada saat hari raya sangat dianjurkan, dan berikut ini bacaan takbir yang sangat dianjurkan oleh agama Islam.

ألله أكبر, الله أكبر, الله أكبر
لاإله إلا الله والله أكبر
الله أكبر ولله الحمد
ألله أكبر كبيرا
والحمد لله كثيرا
وسبحان الله بكرة وأصيلا
لاإله إلاالله وحده
صدق وعده
ونصر عبده وأعز جنده
وهزم الأحزاب وحده
لاإله إلالله ولا نعبد إلا إياه
مخلصين له الدين ولو كره الكافرون
لاإله إلا الله والله أكبر
الله أكبر ولله الحمد
Sebenarnya ada dua macam takbir dalam hari raya yang perlu diketahui. dan kedua macam takbir ini bukan berkenaan dengan bacaan, melainkan berkenaan dengan pelaksanaan.

1. Takbir Mursal

Adalah takbir yang dibaca tanpa ada batasan setelah selesai shalat. Artinya kapanpun-siapapun dianjurkan untuk membaca takbir.

Takbir Mursal ini disunnahkan sejak malam hari raya, tepatnya sejak terbenamnya matahari hingga terbenamnya matahari kembali pada hari raya.


2. Takbir Muqayyad

Takbir Muqayyad, artinya takbir yang dianjurkan terbatas setiap pelaksanaan sholat, baik sholat sunnah maupun sholat fardu.

Adapun waktunya, dimulai sejak malam hari raya, hingga tiga hari berikutnya.

Sebagai catatan, pada Hari Raya Idul Fitri dianjurkan Takbir Mursal, sementara pada Hari Raya Idul Adha, selain Takbir Mursal, juga dianjurkan Takbir Muqayaad.

Artinya seseorang dianjurkan membaca takbir sejak malam hari raya, hingga sore terakhir hari taysriq [11,12 13 Dzul Hijjah].

Dikutip dari kitab : Hasyiah Bajuri Juz 1, Halaman 434-435

Demikian tulisan tentang Dua Macam Takbir Hari Raya Yang Perlu Diketahui, semoga informasi ini bisa menambah kekhusyuan kita dalam meraih kemenangan. Selamat Idul Fitri sahabat.