Kapolres Malang; Skenario Kembali Santri “Pesantren Tangguh” Memasuki New Normal
Cari Berita

Kapolres Malang; Skenario Kembali Santri “Pesantren Tangguh” Memasuki New Normal

Admin Galeri Islam
Sabtu, 06 Juni 2020

GaleriKitabKuning.com | Malang, Seperti yang diketahui sebenarnya saat ini sudah memasuki musim di mana lembaga pendidikan harus segera dimulai, termasuk untuk Pondok Pesantren.

Skenario Kembali Santri “Pesantren Tangguh” Memasuki New Normal

Disisi lain, konsep New Normal, kabarnya sedang digodok oleh pemerintah, namun secara umum adanya New Noemal ini sebenarnya bertujuan agar penyebaran virus Corona Covid-19 bisa segara teratasi.

Di Malang Raya sendiri, terdapat banyak sekali lembaga pendidikan pesantren, yang santrinya berasal dari luar daerah bahkan luar provinsi,oleh sebab itu dibutuhkan sebuah panduan protokol kesehatan khusus Pondok Pesantren.

Oleh sebab itu, tersebar konsep New Normal dari KAPOLRES MALANG, AKBP HENDRI UMAR, khusus untuk santri yang akan kembali ke pesantren di wilayah malang, dan saat mereka berada di Pesantren. berikut ini isinya:

PROTOKOL PRA KEMBALI SANTRI/PENGURUS

  1. Santri melakukan Karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari sebelum kedatangan (untuk pengurus kembali lebih awal untuk melaksanakan karantina di pesantren)
  2. Selama karantina harus tetap mengikuti protokol kesehatan (memakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak)
  3. Santri atau pengurus menyiapkan surat keterangan sehat dari Puskesmas atau Rumah Sakit/dokter
  4. Menyiapkan vitamin C, madu dan nutrisi untuk ketahanan tubuh selama satu bulan
  5. Menyiapkan peralawan makan, minum, mandi, shalat, ibadah dan tidur sendiri
  6. Menyiapkan masker minimal 10 buah
  7. Santri dengan penyakit penyerta (komorbid Covid-19: jantung, paru-paru, hipertensi, diabetes, asma) tidak wajib kembali ke pesantren sampai kondisi memungkinkan

PROTOKOL PERJALANAN SANTRI/ PENGURUS

  1. Santri/pengurus beserta wali santri, tidak menggunakan kendaraan umum
  2. Santri/pengurus dapat mengikuti rombongan yang dikoordinir oleh utusan/ perwakilan dari pondok pesantren yang disetujui oleh pesantren atau kendaraan pribadi dengan tetap memperhatikan standar protokolkesehatan
  3. Bagi santri yang menggunakan kendaraan pribadi, didampingi maksimal 2orang
  4. Selama perjalanan, santri dan pengurus dilarang mampir ketempat umum (kerumunan banyak orang)
  5. Membaca doa sebelum dan selama perjalanan (shalawat syifa)

PROTOKOL KEDATANGAN SANTRI/PENGURUS

  1. Pintu kedatangan santri/pengurus harus dipusatkan dalam satu pintu
  2. Mengikuti pemeriksaan dari gugus tugas pesantren
  3. Menyerahkan surat keterangan sehat
  4. Tidak bersalaman dengan siapapun dan menjaga jarak saat berinteraksi
  5. Menggunakan masker
  6. Wali santri hanya mengantarkan sampai pintu gerbang pesantren
  7. Mengatur jam kedatangan santri/pengurus

PROTOKOL SELAMA DI PESANTREN

  1. Santri harus selalu memakai masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak saat interaksi
  2. Santri tidak boleh keluar dari area pesantren
  3. Harus mengikuti senam dan berjemur
  4. Segera melapor ke pengurus apabila terdapat gejala kurang sehat
  5. Selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
  6. Tidak memakai atau meminjam pakaian atau barang orang lain
  7. Mengadakan burdah keliling di Pesantren
Berikut ini skenarionya :



Demikianlah informasi tentang Skenario Kembali Santri ke Pesantren, sebagai bentuk pesantren tangguh, Memasuki New Normal, semoga bermanfaat.