Mengenal Lebih Dekat Habib Jindan Bin Novel Bin Jindan
Cari Berita

Mengenal Lebih Dekat Habib Jindan Bin Novel Bin Jindan

Kamis, 21 Januari 2021

Galeri Kitab Kuning | al-Habib Jindan bin Novel bin Jindan merupakan sosok ulama Ahlussunnah Wal Jama'ah dari kalangan habaib yang memiliki cirikhas ceramahnya yang santun dan lembut namun tetap tegas.


Habib Jindan Bin Novel Bin Jindan


Ulama yang juga pernah nyantri di Darul Musthofa asuhan al-Habib Umar bin Hafidz, di Tarim, tersebut juga tercatat sebagai pimpinan Yayasan Al Fachriyah, Tangerang, Banten.


Sepak terjang Habib Jindan bin Novel bin Jindan dalam dakwah Islam, dapat menyentuh banyak hati para jama;ah yang hadir, baik dari kalangan masyarakat awam, hingga para pejabat.


Baca Juga : Bergelar Sulthon Ilmi (Raja Ilmu), Ini Biografi Habib Salim Assyatiri


Untuk mendapatkan gambaran tentang sosok ulama panutan, tentu kita harus mengetahui bagaimana sejarah beliau sejak muda. Berikut ini, kami berikan sekilas tentang Habib Jindan bin Novel Bin Jindan.


Biografi Habib Jindan bin Novel bin Jindan

Nama Habib Jindan semakin tenar, terutama saat beliau menjadi penceramah di Istana Bogor saat acara Maulid Nabi Muhammad saw.


Muatan ceramahnya yang lembut, namun tetap tegas, membuat para tamu undangan yang hadir tertegun, tidak terkecuali Presiden Joko Widodo saat itu.


Habib Jindan bin Novel, memang cucu dari al-Habib Jindan bin Salim, salah seorang ulama berjuluk "Singa Podium", dan tokoh yang sagat di hormati di lingkungan masyarakjat betawi.


#Kelahiran, Nasab dan Silsilah Habib Jindan bin Novel bin Jindan

al-Habib Jindan, lahir pada 21 Desember 1977 atau bertepatan dengan 10 Muharram 1398 H di Sukabumi, putra dari al-Habib Novel bin Salim bin Jindan.

Nasab beliau nyambung ke Rasulullah saw. dari jalur ayah sebagai berikut:

  • Jindan bin 
  • Novel bin 
  • Salim bin 
  • Ahmad bin 
  • Husain bin 
  • Soleh bin 
  • Abdullah bin 
  • Jindan bin 
  • Abdullah bin 
  • Umar bin 
  • Abdullah bin 
  • syeikhon bin 
  • Asy-Syaikh Abi Bakr bin Salim bin 
  • Abdullah bin 
  • Abdurrahman bin 
  • Abdullah bin 
  • Asy-Syaikh Abdurrahman As-Seggaf bin 
  • Muhammad Maula Ad-Dawilah bin 
  • Ali Maul Ad-Dark bin Alwi Al Ghuyyur bin 
  • Al Ustadz Al A’dzom Al Faqih Al Muqaddam Muhammad bin Ali bin 
  • Muhammad Shahib Al Murbath bin 
  • Ali Khola’ Qosam bin 
  • Alwi bin 
  • Muhammad Maula Showma’ah bin 
  • Alwi bin Ubaidillah bin 
  • Ahmad Al Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin 
  • Muhammad An-Naqib bin 
  • Ali Al ‘Uraidh bin 
  • Ja’far Ash-Shadiq bin 
  • Muhammad Al-Baqir bin
  • Ali Zainal Abidin bin
  • Al Husain bin
  • Ali bin Abi Thalib dan Fathimah Az-Zhra binti
  • Rasulullah saw.

# Riwayat Pendidikan Habib Jindan

al-Habib Jindan bin Novel bin Jindan, sejak muda dikenal sebagai sosok yang cerdas dan haus akan ilmu agama.


Diceritakan bahwa, sejak muda, sepulang sekolah, Habib Jindan selalu belajar pada habib dan ulama di Jakarta, seperti di madrasah Tsaqafah Islamiyah yang diasuh oleh Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf dan puteranya, Ustadz Abu Bakar Assegaf.




Selain itu beliau pernah belajar bahasa arab di Kwitang (Senen, Jakarta Pusat) di tempat Habib Muhammad bin Ali Al-Habsyi, dengan guru-guru setempat.


Sementara pada sore harinya, beliau sering mengikuti Rauhah yang digelar oleh Majelis Ta’lim Habib Muhammad Al Habsyi.


Di majelis itu, banyak habib dan ulama yang menyampaikan pelajaran-pelajaran agama, seperti Habib Abullah Syami’ Al-Athas, Habib Muhammad Al Habsy. Ustadz Hadi Assegaf, Habib Muhammad Mulachela, Ustadz Hadi Jawwas, dan lain-lain.


Untuk pendidikan formal, Habib Jindan pernah mengenyam pendidikan SD di SD Islam Meranti, kemudian melanjutkan ke Madrasah Jam’iyatul Khair Tanah Abang, dan kemudian ke Darul Musthafa di Tarim, Hadramaut.


#Guru-guru Habib Jindan

Sosok al-Habib Jindan bin Novel bin Jindan tentu tidak terlepas dari peran guru-gurunya dalam mendidik sejak dini, dan berikut ini adalah deretan guru beliau:
  1. Al Qutb Al Habib Abdul Qodir bin Ahmad As Seggaf
  2. Al Walid Al Habib Novel bin Salim bin Ahmad bin Jindan
  3. Al Habib Muhammad bin Ali binAbdurahman Al Habsyi
  4. Al Habib Hasan bin Abdullah Asy Syatiry
  5. Al Habib Salim bin Abdullah Asy Syatiry
  6. Al Habib Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Syahab
  7. Al Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith
  8. As Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki
  9. Al Habib Ali Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafidz
  10. Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz
  11. Al Habib muhammad bin Husein Ba’abud
  12. Al Habib Ali bin muhammad bin Husein Ba’abud
  13. Al Habib Syeikh bin Ahmad bin As Syeikh Abi Bakar bin Salim
  14. Al Habib abdulqodir jailani bin Abubakar almasyhur
  15. Al Habib muhammad bin hamid baalawi imam masjid baalawy tarim
  16. Al Habib Muhammad Saad bin Alwi Al Idrus
  17. Mufti Huraidhoh Al Habib Ali bin Muhammad bin Salim Al attas
  18. Al Habib Abdullah Syami Al Attas
  19. Asy Syekh fadhel bin abdurrahman bafadhel
  20. Asy Syekh muhammad ali baudhon
  21. yang mulia Ustadzah Nur Baiti dari jakarta

#Perjalanan Dakwah Habib Jindan Bin Novel bin Jindan

Beliau tercatat sebagai pimpinan Yayasan Al Fachriyah, Tangerang, Banten, sekaligus menjadi da'i di berbagai wilayah di Indonesia.


al-Habib Umar bin Hafidz dan Habib Jindan



Selain memimpin pesantren Al-Fachriyah, beliau juga anggota inti Majelis Syura yang dibentuk dan ditunjuk oleh Habib Umar bin Hafizh, menjadi penasehat Majelis Silaturahmi ulama dan habaib kota Tangerang, dan menjadi anggota senior Majelis Alwafa Bi Ahdillah.


Ditengah-tengah kesibukan tersebut, beliau juga memiliki rutinan pengajian dan majelis, yaitu pengajian dua minggu sekali, Rabu sore di Majelis Taklim Darul Musthofa Al Habib Muhammad Al Atthas di Condet. Pengajian malam jumat di Yayasan Al Fachriyah Ciledug.




Nama Habib Jindan bin Novel bin Jindan juga semakin dikenal masyarakat, lantaran sering menjadi penceramah di Majelis-majelis Ta'lim di berbagai wilayah dan haul-haul Habaib.


Selain juga kerap menjadi penamping setia guru beliau Habib Umar bin Hafidz saat melakukan safari dakwah di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura dan lain sebagainya.


Beliau menjadi sosok yang biasa ditunjuk untuk menerjemahkan pidato Habib Umar bin Hafidz di berbagai acara.