Kata-kata Mutiara Sayid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki
Cari Berita

Kata-kata Mutiara Sayid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki

Admin Galeri Islam
Selasa, 12 Januari 2021

Galeri Kitab Kuning | Menurut para ulama, salah satu tanda hati yang keras, adalah saat tidak mau menerima sebuah nasehat yang baik.


Kata-kata Mutiara Sayid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki

Oleh sebab itu, Manusia yang memiliki dua unsur yakni jasmani dan rohani, sama-sama membutuhkan asupan makanan dan gizi.


Jika jasmani butuh makanan yang tidak hanya lezat, tapi juga bergizi, higenis dan halal. Sementara rohani manusia, membutuhkan nasehat-nasehat yang baik.


Maka, pada kesempatan kali ini, kami akan berbagi berbagai kalam penuh hikmah dari Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, atau biasa dikenal dengan Abuya Maliki, yang kami rangkum untuk anda.

 

Baca Juga : Kumpulan Kita-kitab Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki


Kalam Mutiara Habib Muhammad Bin Alawi al-Maliki

Sebelumnya, perlu kami beri catatan, bahwa kata-kata dan nasehat singkat beliau, kami rangkum dari berbagai sumber, khususnya gambar-gambar yang memuat nasehat-nasehat beliau, yang dibuat oleh Asshofwah, Sebuah Organisasi Alumni Sayid Muhammad al-Maliki.

  • Tasbih Tidak Pernah Lepas Dari Saku Baju Atau Tasku
  • Orang Yang Melakukan Bid'ah Dikhawatirkan Mati Dalam Keadaan Su'ul Khatimah (Tidak Terpuji)
  • Seharusnya Seorang Santri Mempunyai Bacaan Wirid Untuk Menjaga Dirinya Dari Kesesatan
  • Sedikit Tapi Mantap Itu Lebih Baik Daripada Banyak Tapi Ngawur
  • Seseorang Yang Memiliki Cakrawala Keilmuan Yang Luas, Ia Tidak Akan Protes Terhadap Orang Lain
  • Ilmu Tidak Akan Berkumpul Dengan Sifat Sombong Di Dalam Satu Dada
  • Barang Siapa Yang Merasa Sudah Sampai, Berarti Ia Telah Merusak Permulaannya
  • Bersungguh-sungguhlah Dalam Berkhidmah Kepada Pemuka Agama
  • خير الأمور قضاء حوائج الناس
  • Sebaik-baiknya perbuatan adalah memenuhi kebutuhan orang lain
  • Tidak Layak Seorang Yang Berakal Bertanya "Mengapa Kalian Memperingati Maulid?" Karena Seolah-olah Ia Bertanya "Mengapa Kalian Bergembira dengan Adanya Nabi?"
  • أكثر أموري مبرمجة ومنظمة لكن لا يحكمني النظام
  • Kebanyakan Urusanku Telah Terprogram dan Terencana Dengan Rapi, tetapi aku Tidak Mau Diatur Oleh Program Itu
  • Masyarakat Jawa (Indonesia) Adalah Masyarakat Yang Berakhlak Baik Dan Pemurah
  • Sifat Zuhud Bukan Terletak Pada Pakaian Dan Penampilan, Tetapi Terletak Di sini (Yakni Hati)
  • Keistimewaan Tidak Memberi Arti Keutamaan
  • Waspada Terhadap Pemikiran Jumud (Kaku) Dari Madzhab-Madzhab Perusak
  • Aku Marah Terhadap Murid Yang Tidak Sopan Ketika Membaca Wirid, Lebih-lebih Ketika Membaca Al-Quran.
  • Menjadi Seorang Guru Bukan Dengan Warisan, Akan Tetapi Dengan Belajar Dan menuntut Ilmu
  • Seharusnya Seorang Santri Banyak Beribadah Untuk Menjaganya dari Maksiat dan Menguatkan Hafalannya
  • Jadikanlah Sholawat Kepada Rasulullah SAW Senantiasa Berada Di Antara Kamu Dan Munajatmu
  • Kunci Segala Rahasia Bersumber Dari Sholawat Kepada Rasulullah saw.
  • Karena Satu Orang Maka Seribu Orang Dimuliakan
  • Dalam Perjalananku, Aku Selalu Membawa Kitab, Demi Mengikuti Jejak Ayahanda
  • Jangan Ikut Campur Urusan Politik, Engkau Lebih Mengerti Situasi Daerahmu.
  • Amar Ma'ruf Nahi Munkar Harus Dilakukan Dengan Sikap Bijak, Lembut Dan Bertahap
  • Kehidupan Yang Indah Adalah Jika Bisa Membantu Seseorang Dalam Beribadah Dan Melakukan Ketaatan.
  • Aku Tidak Pernah Merasa Bosan Untuk Menyebarkan Ilmu, Walaupun Kepada Satu Orang
  • Orang Yang Tidak Bisa Memanfaatkan Kemuliaan Waktu Dan Tempat, Sungguh Ia Amat Merugi
  • Akhlak Lebih Didahulukan Daripada Ilmu
  • Kalian Harus Melanggengkan Bacaan Wirid, Sebab Wirid Dapat Menjadi Tameng Dan Perisai Diri
  • Kebiasaan Orang Mulia, Adalah Semulia-mulianya Kebiasaan.
  • Siapa Saja Yang Memiliki Kitab Wiridku, Berarti Ia Telah Mendapatkan Ijazah. Ijazah Bukan Dariku, tetapi Langsung Dari Pengarang Wirid-wirid Tersebut.
  • Surga Itu Tidak Gratis. Belilah Surga itu Dengan Hartamu, Amalmu, Dan Dengan Tenagamu.
  • Sesuatu Yang Tidak Kamu Ketahui, Maka Jangan Sekali-kali Kamu Menyentuhnya (mengerjakannya).
  • Senjata/ Bekal Seorang Santri Adalah Buku Dan Bulpoin


Demikianlah beberapa Kata-kata Hikmah Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki, semoga bisa menjadi nasehat dan motivasi untuk kita semua, dalam meraih keberkahan dan kebaikan dalam hidup, Amin.