30+ Kata-kata Mutiara Dan Nasehat KH. Maemon Zubair - Sarang Rembang
Cari Berita

30+ Kata-kata Mutiara Dan Nasehat KH. Maemon Zubair - Sarang Rembang

Admin Galeri Islam
Kamis, 14 Januari 2021

Galeri Kitab Kuning | Siapa yang tidak kenal Kyai Haji Maimun Zubair/ Maimoen Zoebair? salah seorang ulama, kiai, dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang - Rembang.


Kata-kata Mutiara Dan Nasehat KH. Maemon Zubair


Kiai yang dikenal sangat santun, dan nasehat-nasehatnya ditungu-tunggu oleh segenap kaum muslimin tersebut, kini telah meninggalkan kita semua.


Baja Juga : Lirik Sholawat Kesukaan Mbah Moen, Sa'duna Fiddun-ya (Khodijah Kubro)


Namun nasehat-nasehatnya, seringkali kita temui di berbagai banner, dan selalu memberikan kesejukan bagi hati-hati yang gersang.


Kiai, yang wafat di Makkah al-Mukarromah tersebut, memang tidak hanya dihormati oleh masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat Dunia.


Dan pada kesempatan kali ini, kami akan berbagi bagaimana indahnya nasehat-nasehat beliau.


Kata-kata Hikmah Mbah Moen

Kalam-kalam yang penuh hikmah KH. Maimun Zubari di bawah ini, kami rangkum dari berbagai sumber banner, dan jikalau ada kesalah pengetikan atau kesalahan konten, kami mohon para pembaca memberikan masukan.


Baca Juga : Kata-kata Hikmah Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki


  1. Jika engkau bukanlah seorang yang menguasai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba; ta' kepada anak-anakmu. Setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu, yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.
  2. Sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang solehah, sebaik-baiknya harta adalah anak yang soleh-solehah pula. Inilah kenikmatan akhirat yang kelak akan dialami keluarga mukmin.
  3. Perbedaan tak perlu dibesar-besarkan sehingga kita bisa hidup rukun. Yang penting kita umat Islam itu hablumminallah harus dikuatkan dan hablumminannas harus dijaga dengan baik.
  4. Minterno wong bener, kuwi luwih gampang tinimbang mbenerno wong pinter (Memintarkan orang yang benar itu lebih mudah daripada membenarkan orang yang pintar)
  5. Ora kabeh wong pinter kuwi bener (Tidak semua odang pintar itu benar)
  6. Jangan mudah berburuk sangka agar hidupmu tidak gelap dan hidupmu tidak sengsara
  7. Banyak yang membaca al-Quran karena tujuan mencari uang sehingga kurang memperhatikan ilmu-ilmu membaca Al-Quran seperti membaca tanpa makhraj dan tajwid yang benar
  8. Sebaik apapun benih ditanap, jika ladang gersang takkan tumbuh padi yang baik
  9. Kalau memilih istri itu jangan terlalu mengerti dunia (materi) karena seberapa sholeh anakmu tergantung sesholeh apa ibunya.
  10. Jika engkau melihat seekor semut jatuh di air, maka angkat dan tolonglah.... barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akhirat.
  11. Manusia jangan diharapkan bisa sama semua.... Justru dengan perbedaan-perbdaan itu bisa jadi seni yang indah
  12. Lebih baik jadi orang benar tetapu tidak pintar daripada jadi orang pintar tapi tidak benar.
  13. Kalau punya keinginan tapi kok belum mampu, maka jangan terlalu dipikirkan supaya tidak cepat mati.
  14. Apik-apik'e dunyo iku nalikane pisah antarane apik lan olo, sakwalik'e, elek-elek'e dunyo iku nalikane campur antarane apik lan olo (Sebaik-baiknya dunia itu ketika dipisah antara baik dan buruk. Sebaliknya, Sebaik-baiknya dunia itu ketika bercampur antara baik dan bruk).
  15. Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa saja seseorang itu masuk seurga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya. Tapi bisa jadi karena akhlak baiknuya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda.
  16. Pondok ikut dunyo. Akeh kiai seng gak faham, mergo pondok iki nek kiaine mati, anake podo rebutan. Iki ndudohno nek iki Ndunyo.
  17. Walaupun berguru pada kiai Arab, jangan menyepelekan kiai Jawa. Sikap macam itu tidak saja bisa memusnahkan Jawa, tapi juga memusnahkan kiai arab sekaligus. Di sini punah, di sana juga punah.
  18. Besok kalau sudah berumah tangga, setiap mau masuk rumah jangan lupa bava surat Al-Ikhlas meskipun hanya sekali.
  19. Orang Yahudi dulu mau mengajar kalau dikasih uang, tetapi kebanyakan kiai sekarang mondar-mandir sambil rokoan tidak mau mengajar kalau tidak dikasih uang.
  20. Yang paling hebat bagi seorang guru adalah mendidik, dan rekreasinya yang paling indah adalah mengajar.
  21. Kekalahan pertama seorang santri adalah manakala ia mulai kehilangan wadzifah (kegiatan) wiridnya.
  22. Hidup itu bisa dikatakan tenteram bila punya uang tidak merasa bahagia, dan bila tidak punya uang tidak merasa susah.
  23. Jadi guru tidak usah punya niat bikin pintar orang. Nanti kamu hanya marah-marah kerika melihat muridmu tidak pintar. Ikhlasnya jadi hilang. Yang penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik. Masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan pada Allah. Didoakan saja terus menerus agar muridnya mendapat hidayah.
  24. Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya. Namun, hadirkanlah gambaran bahwa di antara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga.
  25. Dalane surago iku ilmu. Isone entuk ilmu iku ngaji, ngaji seng coro ulama utowo kiai. Modern yo modern tapi ojo lali ngaji senajan seminggu pisan.
  26. Manusia yang bagus itu tak berubah sikapnya dikala senang maupun susah.
  27. Nak, kamu kalau jadi guru, dosen atau jadi kiai, kamu harus tetap usaha, harus punya usaha sampingan biar hati kamu nggak selalu mengharap pemberian ataupun bayaran orang lain. Karena usaha yang dari hasil keringatmu sendiri itu barokah.
  28. Wong iku seng apik ora keno nyepele'ake duso senajan cilik, lan ora keno anggak karo amal senajan akeh amale (Orang baik itu tidak menyepelekan dosa meskipun sedikit dan tidak sombong kerika punya amal meskipun banyak)
  29. Apa tandanya santri? Tandanya santri itu ngaji. Zaman sekarang itu orang ngaji tinggal sedikit, yang banyak itu pada sekolah, pada nyari (gelar) sarjana. Kapan tiada lgi orang mengaji? tidak akan ada lagi orang mengaji jika al-Quran sudah tak lagi dianggap Ilmu, Al-Quran hanya dianggap sebagai bacaa dan sima'an saja.
  30. Bangsa Indonesia adalah benar-benar bangsa yang terpilih. Sampai Allah memberikan kemerdekaan Indonesia pada angka 17,8 dan 45.
  31. 17 Agustus 1945 itu Simbol Nu. (Jumlah huruf tulisan NU = 17, Tali Logo NU = 8, Bola dunia = 1, Jumlah Bintang = 9, Bintang di bawah = 4, Bintang diatas = 3.


Demikian kalam hikmah dan kata-kata mutiara dari KH. Maimun Zubair, semoga bisa memberikan penerangan bagi hati-hati kita. Amin.