Pengertian Zakat Fitrah, Dalil, Hukum, Ukuran Serta Niat dan Doa-Nya Lengkap
Cari Berita

Pengertian Zakat Fitrah, Dalil, Hukum, Ukuran Serta Niat dan Doa-Nya Lengkap

Admin Galeri Islam
Senin, 19 April 2021

Galeri Kitab Kuning | Bulan Puasa Ramadhan, merupakan salah satu rukun Islam yang ketiga, yang di dalamnya tidak hanya mengandung nilai-nilai ibadah, namun juga sosial. Sebab, diharapkan dengan adanya Puasa, Umat Islam semakin tumbuh rasa empati kepada orang lain. Oleh karenanya, dalam Bulan Ramadhan ini, diwajibkan pula adanya Zakat Fitra.

Pengertian Zakat Fitrah, Dalil, Hukum, Ukuran Serta Niat dan Doa-Nya Lengkap


Ajaran Zakat Fitrah, berarti memiliki nilai dan dimensi, tidak hanya sebagai bentuk ibadah seorang hamba kepada Allah swt. Namun juga untuk membantuk sosial masyarakat yang baik.


Apa sebenarnya pengertian dan definisi Zakat Fitrah? Apa Dalilnya? Bagaimana Hukumnya? Berapa takaran beras atau ukuran yang harus dikeluarkan? dan bagaimana niatnya? berikut ini ulasan lengkapnya.


#Pengertian,  Dalil  Dan Orang Yang Berhak Mendapatkan Zakat Fitrah

Zakat menurut bahasa adalah ‘membersihkan’ sedang zakat menurut istilah syariah adalah nama dari harta tertentu yang harus dikeluarkan dengan ketntuan tertentu.


Waktu maksimal Zakat fitrah, adalah sebelum shalat ‘Idul Fitri sebagaimana hadist yang rtinya : 


“Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat Fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas oaring muslim baik budak dan orang biasa, laki-laki dan wamita, anak-anak dan orang dewasa, beliau memberitahukan membayar zakat Fitrah sebelum berangkat (ke masjid) ‘Idul Fitri” (HR Bukhari, Muslim)


Waktu mengeluarkan zakat Fitrah, sejak awal bulan puasa sampai sebelum shalat ‘Idul Fitri, maka hanya dianggap sedekah sunah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya:


“Barang siapa mengeluarkan  (zakat Fitrah) sebelum shalat (‘Idul Fitri), maka zakatnya sah. Barang siapa mengeluarkannya setelah shalat maka dianggap sedekah sunah.” (HR. Ibnu Majah)


Berkenaan dengan hal ini, anda bisa baca tulisan kami : Dalil-dalil tentang zakat fitrah dan zakat mal


Orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah


Sesuai dengan firman Allah SWTAda 8 golongan yang berhak menerima zakat. baik zakat fitrah atau zakat harta, yang Artinya :

“ Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”(QS. At-taubah : 60)


Sementara orang-orang yang berhak mendapatkan zakat fitrah ada depalan golongan, yaitu :

1. Orang Fakir
2. Orang Miskin
3. Amil Zakat
4. Muallaf
5. Budak
6. Orang yang Berhutang
7. Sabilillah
8. Ibnu Sabil


#Hukum Zakat Fitrah


Pada tahun kedua Hijriah, umat islam diwajibkan untuk membayar zakat fitrah bersamaandengan puasa Ramadhan disyariatkan.


Waktu maksimal Zakat fitrah dibayarkan adalah sebelum shalat ‘Idul Fitri sebagaimana hadist Nabi SAW yang artinya: 


“Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat Fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas oaring muslim baik budak dan orang biasa, laki-laki dan wamita, anak-anak dan orang dewasa, beliau memberitahukan membayar zakat Fitrah sebelum berangkat (ke masjid) ‘Idul Fitri” (HR Bukhari, Muslim)


Waktu mengeluarkan zakat Fitrah adalah sejak awal bulan puasa Ramadhan hingga sebelum shalat ‘Idul Fitri maka dianggap sedekah sunah. Sebagaimana hadith NAbi SAW. yang artinya: 


“Barang siapa mengeluarkan  (zakat Fitrah) sebelum shalat (‘Idul Fitri), maka zakatnya sah. Barang siapa mengeluarkannya setelah shalat maka dianggap sedekah sunah.” (HR. Ibnu Majah)




#Ukuran Zakat Fitrah


Ada perbedaan pendapat ulamatentang bagaimana mengeluarkan zakat fitrah.Ada yang mengatakan harus dengan makanan pokok ada yang mengatakan boleh dengan uang sebagai gantinya.


1. Zakat Fitrah dengan Makanan Pokok


MenurutPendapat yang diwakili oleh sebagian besar Madzhab Syafi’iyah, Malikiyah, dan Hanabilah. Mereka mengharuskan zakat fitrah dengan Pakanan Pokok setempat. Tidak boleh diganti dengan selainnya termasuk uang juga tidak boleh. 


rujukan diambil dari banyak hadits yang menerangkan bahwa dulu Rasulullah saw, mengeluarkan zakat menggunakan gandum, dimana saat itu gandum adalah makanan pokok di daerah Nabi.


Oleh karena itu, para mereka menetapkan, zakat fitrah harus dibayar dengan makanan pokok setempat.


2. Zakat Fitrah  dengan Uang


Pendapat yang mengatakan zakat fitrah boleh diganti dengan uang diwakili oleh beberapa ulama, diantaranya dari kalangan madzhab Hanafi, al-Imam Bukhari, al -Imam Sufyan al-Tsauri.



Zakat Fitrah dengan Makanan Pokok

Pilihan Pertama mengikuti rumusan zakat fitrah dengan. 1 mud = 679,79 gram, 1 sho’ = 4 mud, jadi 1 sho’ = 2719,16 gram. Atau dengan ukuran 2,8 Kg. Ini adalah ukuran hati-hati.

 
Lebih baik jikazakat fitrah dibayar dengan menggunakan ukuran yang pertama yakni 2.8 on, yang lebih besar karena untuk hati-hati. Atau jika kita memiiki lebih maka boleh juga membulatkannya menjadi 3kg


#Bacaan Niat dan Doa Saat Mengeluarkan Zakat Fitrah


Adapun bacaan niat saat akan mengeluarkan Zakat Fitrah sebagai berikut :

نويت أن أخرج زكاة الفطر عن...ـ

"Nawaitu An Ukhirja Zakatal Fithri 'An..........(Sebutakan zakat fitrah siapa yang dikeluarkan, misalnya anak, istri dan lain-lain)"


Aku berniat, untuk mengeluarkan zakat fitrahnya..........(Sebutakan zakat fitrah siapa yang dikeluarkan, misalnya anak, istri dan lain-lain)"


Selanjutnya, dianjurkan untuk membaca doa, adapaun untuk masalah doa ini, tedapat Sebuah hadits shohih yang diriwayatkan oleh Abdullah Bin Abi Aufa, “Ada suatu kaum mendatangi Nabi Muhammad Saw untuk memberi zakat, lalu Nabi Muhammad Saw mendoakan mereka.


“Ya Allah berilah rahmad kepada keluarga Fulan”, Kemudian bapak saya datang kepada Nabi Muhammad Saw juga membawa zakat untuk nabi Muhammad saw, lalu nabi Muhammad saw Juga mendoakan bapak saya.


“Ya Rabb berilah Rahmad kepada keluarga Abi Aufa”. Keterangan ini kami ambil dari kitab Ma’rifat As-Sunan wa Al-Atsar juz 6 Halaman 176.


Maqolah Imam As-Syafi’I sangat di anjurkan bagi orang yang menerima zakat untuk mendoakan orang yang berzakat kepadanya.


Contoh doa simpelnya, “Semoga allah Swt memberikan pahala atas zakat yang kamu berikan kepadaku, dan semoga Allah Swt  melancarkan rizkimu serta Allah swt memberikan keberkahan terhadap harta yang tersisa.


Doa Mengeluarkan zakat, dapat menggunakan teks di bawah ini :

اللهم اجعلها مغنما ولا تجعلها مغرما

Allahummaj'alha Maghanaman Wa Laa taj'alhaa Maghraman

"Ya Allah, jadikanlah [zakatku] ini sebagai keberuntungan bagiku [untuk dunia dan akhirat] dan janganlah engkau menjadikannya sebagai denda [yang menimbulkan kegundahan di hatiku])."


Sementara doa bagi penerima zakat, dapat menggunakan teks sebagai berikut dengan tambahan dari Imam Syafi'i,:


جزاك الله خيرا كثيرا , أجرك الله فيما أعطيت وجعله لك طهورا وبارك لك فيما أبقيت



jazaakallau Khairan katsiran, Ajarakallahu fi ma a'thait. Wa ja'alahu laka thahuran. Wa baraka laka fi ma abqait.

Artinya: "Semoga Allah memberimu balasan kebaikan yang banyak. Semoga Allah memberimu ganjaran atas pemberianmu. Dan menjadikannya sarana penyucian bagimu. Serta memberimu keberkahan dalam harta yang masih ada padamu."


Demikian ulasan lengkap tentang Pengertian Zakat Fitrah, Dalil, Hukum, Ukuran Serta Niat dan Doa-Nya, semoga informasi ini dapat bermanfaat. Amin.


 
close
Banner iklan disini